Gus Ipul Tinjau Penugasan Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Gresik

Gus Ipul Tinjau Penugasan Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Gresik

Peninjauan Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik

PlatMerah.com, Gresik – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan peninjauan langsung penugasan Taruna Bhakti Nusantara dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Senin, 3 September 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan pendampingan dan pembinaan siswa berjalan optimal selama masa pengenalan lingkungan belajar berasrama.

Gus Ipul didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta sejumlah pejabat dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Gresik turut hadir dalam peninjauan tersebut. Mereka juga bertemu dengan para siswa dan pendamping PKH dan TKSK yang turut mendukung pelaksanaan program.

Peran Taruna Bhakti Nusantara dalam Pembinaan Siswa

Taruna Bhakti Nusantara yang berasal dari unsur TNI dan Polri resmi bertugas mendampingi kehidupan berasrama siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Tugas utama mereka bukan pelatihan militer, melainkan membentuk kebiasaan hidup yang tertib dan mandiri melalui pembinaan disiplin, kepemimpinan, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Beberapa kegiatan pendampingan meliputi kepramukaan, latihan baris-berbaris, menata tempat tidur, merawat barang pribadi, hingga membangun kedisiplinan dalam aktivitas belajar sehari-hari di lingkungan asrama.

Gus Ipul menyatakan, “Kami bersyukur semua Taruna Bhakti Nusantara sudah berada di tempat penugasan masing-masing untuk membimbing dan memberikan keteladanan bagi siswa Sekolah Rakyat.” Ia menegaskan bahwa pembinaan ini penting untuk menguatkan kedisiplinan dan karakter siswa.

MPLS dan Adaptasi Sistem Pendidikan Berasrama

Pelaksanaan tugas Taruna Bhakti Nusantara bertepatan dengan MPLS yang sedang berlangsung di seluruh Sekolah Rakyat. Proses ini masih dalam masa adaptasi bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa terhadap sistem pendidikan berasrama serta fasilitas yang sebagian masih dalam tahap penyempurnaan.

Menurut Gus Ipul, guru dan siswa terus beradaptasi dengan lingkungan baru meskipun gedung sekolah belum 100 persen selesai. Fasilitas yang ada diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.

Penjangkauan Siswa Berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang direkrut melalui penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seleksi dilakukan bukan berdasarkan akademik, melainkan melalui proses verifikasi dan dialog dengan orang tua serta penetapan oleh bupati dan Kementerian Sosial.

Hal ini memungkinkan siswa yang pernah putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

Pengalaman Taruna Bhakti Nusantara dan Siswa

Letda Laut Bagus, salah satu personel Taruna Bhakti Nusantara di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, mengungkapkan kebanggaannya dapat mendampingi siswa dalam membangun disiplin, tanggung jawab, dan rasa kekeluargaan di asrama. Ia mengajak siswa untuk tidak merasa sendiri dan membangun hubungan seperti keluarga di lingkungan asrama.

Sementara itu, siswa Arka Nanta Juanito Bolu yang telah menempuh pendidikan selama satu tahun di Sekolah Rakyat mengaku mengalami perubahan positif dalam kedisiplinan dan kepercayaan diri berkat pembinaan karakter dan pendampingan Taruna Bhakti Nusantara. Arka juga merasakan suasana toleransi yang kuat, di mana pihak sekolah mendukung kegiatan keagamaan tanpa diskriminasi.

Interaksi dan Kegiatan Bersama Menteri Sosial

Dalam peninjauan, Gus Ipul juga berdialog dengan siswa dan mendorong mereka untuk berani tampil di depan teman-teman. Ia menyaksikan penampilan baris-berbaris siswa yang menunjukkan semangat dan disiplin hasil pembinaan.

Menjelang waktu kudapan siang, Gus Ipul bersama Bupati Gresik bergabung bersama siswa di ruang makan dan mengikuti apel kudapan yang dipimpin oleh siswa Arka. Kegiatan dilanjutkan dengan kuis pengetahuan kebangsaan, bernyanyi bersama, dan pelantunan salawat yang berlangsung meriah.

Data dan Proyeksi Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan kapasitas 405 siswa yang terbagi pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Secara nasional, jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 43 ribu, terdiri dari lebih 28 ribu siswa baru dan lebih 15 ribu siswa lama.

Pemerintah memperkirakan jumlah peserta didik tahun ini akan melebihi 45 ribu siswa. Jika pembangunan gedung Sekolah Rakyat di berbagai daerah selesai sesuai target, kapasitas penerimaan tahun depan diproyeksikan mencapai lebih dari 100 ribu siswa.

Gus Ipul menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki gedung Sekolah Rakyat yang mampu menampung sekitar 1.500 hingga 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup