Karhutla di Kalbar Memburuk, Sekolah Daring Diperpanjang hingga 4 September
PlatMerah.com, Kalimantan Barat – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperpanjang pelaksanaan pembelajaran dari rumah (BDR) atau secara daring bagi peserta didik hingga Jumat, 4 September 2026. Kebijakan ini diambil menyusul memburuknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kualitas udara di wilayah ini tetap berada dalam kategori tidak sehat.
Perpanjangan Pembelajaran Daring
Keputusan perpanjangan pembelajaran daring ini tertuang dalam surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Nomor 400.32810/DIKBUD-C tanggal 23 Agustus 2026. Pelaksanaan BDR berlaku mulai Senin, 31 Agustus hingga Jumat, 4 September 2026.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai antisipasi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat karhutla.
Kualitas Udara dan Pemantauan Resmi
Kebijakan ini juga didasarkan pada hasil pemantauan kualitas udara oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat. Data resmi menunjukkan bahwa beberapa wilayah di Kalimantan Barat masih mengalami kualitas udara yang tidak sehat, sehingga memerlukan tindakan pencegahan khusus.
Dampak Karhutla terhadap Aktivitas Pendidikan
Kebakaran hutan yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Ketapang, telah memicu penurunan kualitas udara yang signifikan. Seorang petani setempat bahkan berupaya memadamkan api yang membakar perkebunan kelapa sawitnya di Sungai Putri, Ketapang.
Selain pembelajaran daring, berbagai upaya lain seperti doa bersama dan shalat istisqa juga dilakukan oleh masyarakat untuk memohon hujan agar kebakaran dapat segera diatasi.
Upaya Perlindungan Kesehatan Peserta Didik
Perpanjangan BDR merupakan bentuk perlindungan terhadap kesehatan para pelajar yang rentan terhadap dampak buruk polusi udara akibat asap karhutla. Kondisi tidak sehat ini dapat berisiko menimbulkan gangguan pernapasan dan kesehatan lainnya jika kegiatan pembelajaran dilakukan secara tatap muka di sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat menegaskan bahwa langkah ini bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara di lapangan.
Informasi Penting untuk Orang Tua dan Siswa
- Pelaksanaan pembelajaran daring berlangsung selama lima hari sekolah, mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026.
- Orang tua diharapkan mendukung dan memfasilitasi anak-anaknya selama proses belajar dari rumah agar pembelajaran tetap optimal.
- Perkembangan kondisi udara dan kebijakan selanjutnya akan diumumkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.
Dengan kebijakan ini, diharapkan keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap terjaga meskipun situasi lingkungan sedang tidak kondusif akibat karhutla yang masih berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












