GTA VI Siap Guncang Dunia, Namun Delapan Negara Terancam Tak Kebagian
Plat Merah – Antusiasme global terhadap grand theft auto vi mencapai puncaknya menjelang peluncuran pada 19 November 2026. Game terbaru besutan Rockstar Games ini menjadi fenomena budaya yang tak hanya dinanti oleh para gamer, tetapi juga memicu respons unik dari berbagai perusahaan. Burger Motorsports, perusahaan suku cadang asal Amerika Serikat, mengumumkan akan menutup operasional pada hari peluncuran agar seluruh karyawan dapat memainkan grand theft auto vi. Hal serupa dilakukan oleh Fries Lab, restoran cepat saji di Lebanon, yang menyatakan akan tutup sementara demi ‘urusan penting di Vice City’.
Namun di balik euforia tersebut, muncul kabar mengejutkan: grand theft auto vi berpotensi diblokir di sejumlah negara. Indikasi ini pertama kali terlihat dalam halaman FAQ PlayStation Store terkait promo GTA+. Daftar negara yang disebut tidak memenuhi syarat meliputi Bahrain, Kuwait, China, Lebanon, Oman, Qatar, Rusia, dan Taiwan. Meski belum ada pernyataan resmi dari Rockstar Games maupun Sony, banyak pengamat meyakini bahwa daftar tersebut mencerminkan wilayah yang akan mengalami pembatasan distribusi resmi.
Penyebab dugaan pemblokiran ini berkaitan dengan konten dewasa dalam grand theft auto vi, seperti kekerasan, aktivitas kriminal, dan unsur seksual. Sejumlah negara memang memiliki regulasi ketat terhadap konten semacam itu. Sebelumnya, seri Grand Theft Auto pernah dilarang di Thailand sejak 2008, Tajikistan pada 2024, dan sempat diblokir di Arab Saudi serta Uni Emirat Arab selama 12 tahun hingga 2025. Di Rusia, selain sanksi internasional yang menghentikan penjualan digital, seorang pejabat setempat bahkan menyebut game ini sebagai ‘propaganda Barat’. Sementara itu, Jerman, Jepang, dan Australia mewajibkan versi sensor.
Meskipun distribusi resmi terhambat, pemain di negara terdampak masih bisa mengakses grand theft auto vi melalui impor fisik atau akun digital dari wilayah lain. Metode ini sudah lazim digunakan oleh komunitas gamer untuk game yang dibatasi regional. Hingga saat ini, Rockstar Games belum memberikan konfirmasi final, sehingga spekulasi masih berkembang. Dengan peluncuran yang tinggal beberapa bulan lagi, para penggemar di seluruh dunia berharap kejelasan agar tidak ada yang kehilangan kesempatan merasakan petualangan di Vice City.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











