Mahasiswa ISB Atma Luhur Kembangkan Sistem Inventory Berbasis Web untuk UMKM
Latar Belakang dan Ide Awal
Plat Merah – Pada awal 2026, tiga mahasiswa semester delapan Program Studi Sistem Informasi ISB Atma Luhur, Pangkalpinang, memulai sebuah riset lapangan yang kemudian berujung pada pembuatan sebuah sistem inventory berbasis web. Dhea Ariesta, Herza Saputri, dan Rizki Purnama menemukan bahwa banyak usaha kecil menengah (UMKM) di wilayah Sungailiat, khususnya perusahaan spare part mobil, masih mengandalkan pencatatan manual yang rawan kesalahan. Menurut Dhea, “Stok barang masuk dan keluar masih kurang terdata sehingga kami memutuskan membuat digitalisasi sistem informasi untuk pengendalian keluar masuk barang tersebut.”
Proses Pengembangan dan Tantangan Teknis
Proyek ini dijalankan selama tiga bulan, dari Maret hingga Mei 2026, sebagai bagian dari tugas akhir masing‑masing. Tim menghabiskan waktu pertama untuk memetakan alur kerja bisnis, kemudian memilih arsitektur berbasis client‑server dengan back‑end PHP dan basis data MySQL. Rizki mengakui, “Kesulitannya paling di tahap awal karena harus mencari alur kerjanya, sistemnya itu berjalan, dan juga menentukan database yang sesuai.”
Beberapa tantangan utama meliputi:
- Merancang skema basis data yang dapat menampung riwayat transaksi secara historis.
- Mengintegrasikan notifikasi real‑time tanpa menambah beban server.
- Mengoptimalkan antarmuka agar dapat diakses di perangkat seluler, mengingat banyak pemilik usaha yang mengandalkan smartphone.
Fitur Utama Sistem Inventory Berbasis Web
Sistem yang dikembangkan memiliki beberapa modul kunci:
- Manajemen Barang Masuk & Keluar: Input data barang secara otomatis menghasilkan nomor referensi unik.
- Dashboard Ringkas: Menampilkan statistik stok, nilai persediaan, dan tren penjualan dalam grafik.
- Notifikasi Stok Menipis: Sistem mengirimkan peringatan via email dan pop‑up ketika kuantitas turun di bawah ambang batas yang ditetapkan.
- Laporan Export: Pengguna dapat mengekspor laporan harian, mingguan, atau bulanan dalam format CSV atau PDF.
- Hak Akses Berjenjang: Administrator, manager, dan staf memiliki level otorisasi berbeda.
Dampak terhadap UMKM dan Potensi Skalabilitas
Digitalisasi inventaris tidak hanya meminimalisir kesalahan manusia, tetapi juga memberikan data historis yang dapat dianalisis untuk perencanaan pembelian. Bagi UMKM, manfaatnya antara lain:
- Akurasi Data: Pengurangan kesalahan pencatatan hingga 90% menurut uji coba awal.
- Efisiensi Operasional: Waktu pencatatan harian berkurang dari rata‑rata 2 jam menjadi 15 menit.
- Keputusan Berbasis Data: Pemilik usaha dapat melihat tren penjualan dan menyesuaikan stok secara proaktif.
- Kepercayaan Kredit: Data inventaris yang terdokumentasi meningkatkan peluang memperoleh pendanaan dari lembaga keuangan.
Jika sistem ini diadopsi secara lebih luas, pemerintah daerah dapat menjadikan platform tersebut sebagai standar digitalisasi UMKM, selaras dengan program Digital Indonesia 2025. Selain itu, integrasi dengan aplikasi akuntansi nasional dapat membuka ekosistem layanan yang lebih besar.
Rencana Pengembangan dan Kolaborasi di Masa Depan
Tim berencana memperluas fungsionalitas dengan menambahkan modul predictive analytics berbasis AI untuk memperkirakan kebutuhan stok berdasarkan pola musiman. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan logistik lokal guna menghubungkan sistem inventory dengan layanan pengiriman otomatis.
Selanjutnya, Dhea mengungkapkan niat untuk mempublikasikan kode sumber di platform open‑source, memungkinkan pengembang lain berkontribusi dan menyesuaikan sistem untuk sektor lain seperti perdagangan makanan atau peralatan medis.
Kronologi Proyek
| Bulan | Kegiatan |
|---|---|
| Maret 2026 | Riset lapangan, identifikasi kebutuhan CV spare part, penyusunan requirement. |
| April 2026 | Desain database, prototyping UI, pengujian modul dasar. |
| Mei 2026 | Implementasi notifikasi, integrasi laporan, presentasi skripsi, evaluasi pengguna awal. |
Dengan fondasi yang kuat, sistem ini siap untuk diuji lebih lanjut di lingkungan bisnis lain. Keberhasilan tiga mahasiswa ini menunjukkan potensi besar inovasi akademik yang terhubung langsung dengan kebutuhan riil industri, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai katalisator transformasi digital di tingkat lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













