OpenAI Employee Menghentikan RuneScape Clone Berbasis ChatGPT Setelah Permintaan Cease-and-Desist dari Jagex
PlatMerah.com – Seorang karyawan OpenAI, Rohan Varma, menghentikan operasional Elderwood, sebuah game browser berbasis AI yang merupakan clone dari RuneScape, setelah mendapat permintaan cease-and-desist dari pengembang RuneScape, Jagex. Game ini menarik perhatian komunitas RuneScape karena kemiripan grafis, antarmuka, dan nama lokasi yang identik dengan Old School RuneScape (OSRS).
Latar Belakang Elderwood dan Pengembangan
Elderwood dibuat dengan memanfaatkan Codex, sebuah alat AI dari OpenAI yang fokus pada pemrograman. Varma mengunggah informasi tentang Elderwood pada awal September 2026 dan menyebut game ini sebagai clone OSRS. Screenshot yang dibagikan menunjukkan kemiripan yang sangat kuat dengan game asli, termasuk tempat ikonik seperti Lumbridge.
Respons Komunitas dan Permintaan Cease-and-Desist
<pPada 7 September 2026, seorang pengguna di subreddit OSRS, Nutty103X, menarik perhatian komunitas terhadap Elderwood dan menyerukan Jagex untuk mengambil tindakan hukum. Mayoritas komentar di subreddit tersebut mengkritik kualitas dan orisinalitas Elderwood. Varma sendiri mengakui lonjakan pengguna akibat viralnya game ini di komunitas OSRS.
Penghentian Operasi Elderwood
Pada 9 September 2026, Varma mengumumkan penghentian Elderwood setelah menerima surat peringatan dari Jagex. Website game tersebut kemudian digantikan dengan pesan perpisahan yang menjelaskan bahwa Elderwood dihentikan karena permintaan resmi dari pengembang RuneScape. Dalam pesannya, Varma juga mengapresiasi para pemain yang telah berpartisipasi serta menyatakan bahwa leaderboard game akan tetap tersedia sebagai kenang-kenangan.
Kontroversi dan Dampak
Elderwood dianggap sebagai pelanggaran hak cipta yang jelas oleh Jagex, mengingat kemiripan yang sangat mencolok dengan game asli dan penggunaan nama tempat yang identik. Proyek ini menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai bentuk iklan yang tidak bertanggung jawab dari OpenAI, yang sedang mendapat sorotan terkait dampak teknologi AI terhadap kreativitas dan kepemilikan karya seni. Meskipun demikian, Varma bertindak sebagai perwakilan OpenAI dalam proyek ini, yang menimbulkan pertanyaan tentang etika dan batas penggunaan AI dalam pengembangan game.
Konteks Lebih Luas
Kasus Elderwood mengingatkan pada berbagai insiden serupa di industri game, di mana proyek clone atau fan game sering menghadapi tindakan hukum dari pemilik hak cipta. Perbedaan utama dalam kasus ini adalah keterlibatan teknologi AI dan afiliasi pengembang dengan perusahaan besar seperti OpenAI. Hal ini menambah kompleksitas diskusi tentang inovasi teknologi dan perlindungan hak cipta di era digital.
Statistik Penggunaan Elderwood
- Lebih dari 3.000 akun dibuat dalam beberapa hari setelah peluncuran.
- Pada puncaknya, terdapat 55 pengguna yang bermain secara bersamaan.
- Rata-rata terdapat 35 pemain aktif per jam.
- Total waktu bermain kolektif mencapai 1.000 jam.
Data ini menunjukkan minat yang cukup besar meskipun game tersebut berstatus clone dan beroperasi hanya dalam waktu singkat.
Kesimpulan
Penghentian Elderwood menegaskan pentingnya menghormati hak cipta dalam pengembangan game, terutama saat menggunakan teknologi baru seperti AI. Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai peran dan batasan AI dalam kreativitas dan pemanfaatannya dalam industri hiburan digital.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













