Nestapa Penyintas Bencana Sumatra di Huntara Aceh: ASI Tak Ada, Kebun Rusak, Bantuan Hanya Janji – Idul Adha 2026 Jadi Titik Balik?
Plat Merah – Nestapa penyintas bencana Sumatra yang besarkan bayi di huntara Aceh – ‘ASI tak ada, kebun rusak, bantuan hanya janji’ [titlebase] masih menjadi sorotan utama menjelang Idul Adha 2026, ketika ribuan pengungsi di Padang dan Aceh bersiap merayakan hari raya dalam kondisi hunian sementara.
Di Huntara Mandiri, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, warga menyambut Idul Adha dengan rencana marandang rendang bersama. Lurah Afriwarman mengungkapkan bahwa lima ekor sapi kurban telah tiba dari berbagai donatur, termasuk Polda Sumbar, komunitas Tangan Di Atas, KAN Indarung, Universitas Andalas, dan Telkomsel. Kehadiran sapi kurban menjadi simbol harapan, meski banyak penyintas masih mengeluh bahwa bantuan utama—seperti ASI untuk bayi dan pemulihan kebun yang rusak—masih belum terpenuhi.
Di sisi lain, pemerintah mempercepat pembangunan huntap (hunian tetap) untuk mengakhiri masa tinggal di huntara. Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa 1.110 unit huntap sedang dalam proses pembangunan, dengan total kebutuhan 39.335 unit di tiga provinsi terdampak. Aceh menjadi prioritas utama dengan kebutuhan 28.910 unit, diikuti Sumatera Utara 7.601 unit, dan Sumatera Barat 2.824 unit.
- Aceh: 758 unit dalam pembangunan, 115 unit selesai.
- Sumatera Utara: 297 unit dalam pembangunan, 227 unit selesai.
- Sumatera Barat: 55 unit dalam pembangunan, 22 unit selesai.
Meski data menunjukkan percepatan, banyak keluarga masih merasakan nestapa yang sama. “Nestapa penyintas bencana Sumatra yang besarkan bayi di huntara Aceh – ‘ASI tak ada, kebun rusak, bantuan hanya janji’ [titlebase]” menjadi mantra yang berulang di antara ibu-ibu yang harus mencari alternatif makanan bagi bayi mereka tanpa dukungan ASI. Kebun yang dulu menjadi sumber penghasilan kini hancur, menambah beban ekonomi yang sudah berat.
Para aktivis lokal menilai bahwa janji bantuan harus segera diwujudkan dalam bentuk bantuan nutrisi, bibit pertanian, dan akses kesehatan. Sementara itu, upaya pemerintah dalam membangun huntap diharapkan dapat memberikan kepastian tempat tinggal, namun proses yang masih memakan waktu menimbulkan kekhawatiran akan ketergantungan jangka panjang pada hunian sementara.
Secara keseluruhan, situasi di huntara Aceh dan Padang menuntut sinergi antara pemerintah, donor, dan masyarakat sipil. Tanpa penyelesaian konkret atas masalah ASI, kebun yang rusak, dan bantuan yang masih berupa janji, rasa nestapa akan terus menggelayuti kehidupan penyintas. Harapan tetap ada, terutama menjelang Idul Adha 2026, ketika solidaritas dapat mengubah kata‑kata menjadi aksi nyata.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








![Como ke Liga Champions, Mirwan Suwarso: Nico Paz Harus Bertahan [titlebase] – Strategi Klub Italia Menggebrak Eropa](https://platmerah.com/wp-content/uploads/2026/05/como-ke-liga-champions-mirwan-suwarso-nico-paz-harus-bertahan-titlebase-strategi-klub-italia-menggebrak-eropa-80x80.webp)

