Harga Antam Hari Ini Turun Rp15.000: Analisis Lengkap Pasar Emas Nasional

Harga Antam Hari Ini Turun Rp15.000: Analisis Lengkap Pasar Emas Nasional

Plat Merah – Pasar logam mulia kembali menjadi sorotan utama investor setelah harga antam hari ini tercatat turun Rp15.000 per gram, menjadi Rp2.759.000. Penurunan ini sejalan dengan dinamika harga emas global yang berfluktuasi dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Data resmi yang dipublikasikan pada Kamis, 4 Juni 2026, menunjukkan bahwa harga jual kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penurunan, kini berada di level Rp2.571.000 per gram, turun Rp13.000 dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap pergerakan harga emas dunia, yang pada pagi hari diperdagangkan pada US$4.484,49 per ons di pasar spot dan US$4.514,3 per ons pada kontrak berjangka.

Berbagai wilayah di Indonesia melaporkan angka yang konsisten. Di Palembang, harga Antam tercatat Rp2.759.000 per gram, turun dari Rp2.774.000 pada hari Rabu. Sementara di Surabaya, angka yang sama dilaporkan, menegaskan bahwa penurunan tersebut bersifat nasional dan tidak terbatas pada satu daerah.

Berikut rangkuman harga emas Antam per 4 Juni 2026 berdasarkan berat, termasuk harga sebelum pajak:

Berat (gram)Harga (Rp)
0,51.429.500
12.759.000
25.458.000
513.570.000
1027.085.000
2567.587.000
50135.095.000
100270.112.000
250675.015.000
5001.349.820.000
1.0002.699.600.000

Perlu diingat bahwa harga jual belum termasuk pajak. Sesuai PMK No.34/PMK.10/2017, transaksi penjualan emas dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non‑NPWP bila nilai transaksi melebihi Rp10 juta. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai buyback.

Selain Antam, produsen lain seperti PT Pegadaian (Persero) dan PT Hartadinata Abadi turut menawarkan produk emas 24 karat dengan variasi harga. Pegadaian, misalnya, menjual produk Galeri24 dengan harga yang bersaing, serta menyediakan emas Antam secara langsung di jaringan gerainya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan harga antam hari ini meliputi:

  • Penguatan dolar AS dan pergerakan harga emas spot internasional.
  • Ketidakpastian geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen pasar.
  • Kebijakan moneter Amerika Serikat yang mengarah pada kenaikan suku bunga, menekan permintaan emas sebagai safe haven.

Para investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga secara real‑time, terutama menjelang akhir pekan ketika volatilitas cenderung meningkat. Memperhatikan perbedaan harga antar kota, seperti antara Jakarta, Palembang, dan Surabaya, dapat membantu mengoptimalkan keputusan beli atau jual.

Secara keseluruhan, penurunan harga antam hari ini memberikan peluang bagi pembeli emas jangka pendek yang mengincar harga lebih rendah, namun tetap harus mempertimbangkan biaya pajak dan risiko pasar yang dapat berubah dengan cepat.

Dengan mengamati tren harga, kebijakan fiskal, dan faktor eksternal, pelaku pasar dapat menyesuaikan strategi investasi mereka secara lebih tepat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup