Kontroversi Hotman Paris: Bela Febrie, Dikaitkan dengan Prabowo, dan Kantor Digeruduk Massa

Kontroversi Hotman Paris: Bela Febrie, Dikaitkan dengan Prabowo, dan Kantor Digeruduk Massa

Plat Merah – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan publik setelah keputusannya membela mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memicu gelombang kontroversi. Pernyataan Hotman Paris yang mengaitkan kasus Febrie dengan Presiden Prabowo Subianto menuai reaksi menohok dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sementara Polri membantah adanya kriminalisasi. Tak hanya itu, kantor Hotman Paris di Kelapa Gading pun digeruduk massa yang menuntut klarifikasi.

Reaksi Hasto atas Pernyataan Hotman Paris

Dalam pernyataannya di Surabaya, Senin (20/7/2026), Hasto Kristiyanto menanggapi pernyataan Hotman Paris yang menyebut kasus Febrie sebagai kriminalisasi dan mengaitkannya dengan Presiden Prabowo. Hasto menegaskan bahwa hukum harus berdasarkan fakta, bukan narasi politik. “Ya, hukum itu kan rasional. Itu kan berdasarkan fakta-fakta hukum, bahkan saksi pun itu yang melihat, yang merasakan secara langsung. Nah, sehingga hukum pada dasarnya tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa juga diisi dengan berbagai narasi-narasi politik,” ujar Hasto. Ia juga menyoroti temuan emas 74 kg dan dana Rp452 miliar di rumah seorang pejabat yang menjadi dasar penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Polri Bantah Kriminalisasi

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri melalui Kabagops Kombes Ahmad Yusuf Afandi membantah tudingan Hotman Paris bahwa kasus Febrie merupakan kriminalisasi. Yusuf menegaskan bahwa penyidikan lanjutan kini berada di bawah kewenangan Kejaksaan Agung. “Oh tidak. Makanya penyidikan lanjutan, materinya seperti apa, silakan ditanyakan kepada pihak Kejaksaan Agung,” katanya di Bareskrim Polri, Jakarta. Ia enggan membeberkan detail posisi Febrie dalam kasus pengadaan batu bara PLN yang diduga menyebabkan blackout.

Demo di Kantor Hotman Paris

Keputusan Hotman Paris membela Febrie juga memicu aksi unjuk rasa di kantornya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Massa yang menamakan diri Aktivis Connection mendatangi kantor hukum Hotman Paris & Partner, Senin siang, dengan membawa mobil komando dan spanduk bertuliskan “Tegakkan hukum, basmi advokat pembela koruptor perusak NKRI”. Orator mendesak Hotman Paris menyampaikan klarifikasi, terutama terkait pernyataannya yang dianggap menghina profesi jurnalis. Massa juga menolak pembodohan publik dan narasi sesat yang dibangun oleh Hotman Paris. “Hukum harus berdasarkan bukti, bukan pamer kekayaan dan sensasi,” demikian bunyi salah satu spanduk. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan demo berjalan tertib dan aman.

Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Klarifikasi Isu Angpau

Di tengah riuhnya pemberitaan, Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kapolda Metro Jaya melalui video di Instagram. Ia menegaskan bahwa pernyataannya dalam konferensi pers murni sebagai pengacara, tanpa muatan politik. “Apa pun yang saya ucapkan murni hanya dari aspek kepengacaraan. Tidak ada motivasi atau keterlibatan politik apa pun,” ujarnya. Sementara itu, Hotman Paris juga membantah isu yang menyebutnya mengambil angpau dari pernikahan anaknya, Fritz Paris Hutapea. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hukum adat Batak, orang tua berhak mengambil seluruh angpau, namun ia memilih memberikan 100% kepada anaknya. Angpau Rp200 juta dari konglomerat Prajogo Pangestu untuk Fritz, sementara Rp800 juta diberikan kepada Hotman sebagai mantan klien.

Kesimpulan

Kasus yang melibatkan Hotman Paris dan Febrie Adriansyah menunjukkan kompleksitas penegakan hukum di Indonesia. Di satu sisi, Hotman Paris sebagai pengacara berupaya melindungi kliennya dengan berbagai argumen, termasuk mengaitkan kasus dengan Presiden. Di sisi lain, aparat penegak hukum dan politisi menekankan pentingnya fakta dan proses hukum yang rasional. Aksi demo di kantor Hotman Paris menambah dimensi baru dalam kontroversi ini. Ke depannya, publik menantikan bagaimana proses hukum akan berjalan dan apakah Hotman Paris akan tetap konsisten membela Febrie tanpa menimbulkan polemik lebih lanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup