IHSG Sepekan Anjlok 8,69 Persen ke 5.594, Kapitalisasi Pasar Capai Rp 9.807 T, Terendah dalam 4 Tahun

IHSG Sepekan Anjlok 8,69 Persen ke 5.594, Kapitalisasi Pasar Capai Rp 9.807 T, Terendah dalam 4 Tahun

Plat Merah – Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan pertama Juni 2026 mencatatkan koreksi terdalam dalam setahun terakhir. IHSG sepekan anjlok 8,69 persen ke 5.594, kapitalisasi pasar capai Rp 9.807 triliun, menyusut drastis dari posisi pekan lalu yang sebesar Rp 10.729 triliun. Pelemahan ini menjadi perhatian serius pelaku pasar dan regulator.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan IHSG terjadi sepanjang perdagangan 2-5 Juni 2026. Indeks ditutup pada level 5.594,76, turun 532 poin dibandingkan pekan sebelumnya di 6.127,38. Kapitalisasi pasar pun ikut terpangkas 8,59 persen menjadi Rp 9.807 triliun. Angka ini merupakan level terendah sejak awal tahun 2022.

“IHSG sepekan anjlok 8,69 persen ke 5.594, kapitalisasi pasar capai Rp 9.807 T. Ini menunjukkan tekanan jual yang sangat kuat,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resmi yang diterima Sabtu (6/6/2026).

Penurunan IHSG didorong oleh aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp 7,38 triliun selama sepekan. Sepanjang tahun 2026, investor asing telah melepas saham senilai Rp 61,36 triliun. Selain itu, nilai tukar rupiah yang melemah 1,3 persen terhadap dolar AS turut membebani indeks.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada pekan depan. “Support IHSG berada di level 5.517, resistance di 5.734. Sentimen negatif diperkirakan masih berlanjut,” tuturnya.

Seluruh sektor saham tercatat tertekan. Sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling parah dengan koreksi 14,08 persen, disusul sektor industri 13,32 persen, infrastruktur 11,62 persen, properti dan real estate 11,33 persen, basic materials 10,85 persen, energi 10,32 persen, consumer nonsiklikal 10,04 persen, kesehatan 9,96 persen, teknologi 9,11 persen, consumer siklikal 8,29 persen, dan keuangan 6,74 persen.

Meski IHSG anjlok, rata-rata frekuensi transaksi harian justru meningkat 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi. Rata-rata volume transaksi harian naik 8,66 persen menjadi 33,63 miliar lembar saham, namun rata-rata nilai transaksi harian turun 5,71 persen menjadi Rp 26,97 triliun.

Sebelumnya, IHSG juga tercatat terkoreksi 11,92 persen pada Mei 2026 dan 29,14 persen sejak awal tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor menjadi pemicu utama. Jumlah investor pasar modal tetap bertambah menjadi 27,75 juta, dengan tambahan 1,26 juta investor baru hingga Mei 2026.

Dengan kondisi saat ini, IHSG sepekan anjlok 8,69 persen ke 5.594, kapitalisasi pasar capai Rp 9.807 T, menjadi sinyal bagi pemerintah dan otoritas untuk segera mengambil langkah stabilisasi. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan tidak panik dalam mengambil keputusan investasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup