Dua Gunung Api di Busur Vulkanik Sama Meletus Hari Ini: Lewotobi dan Kerinci
Plat Merah – Dua gunung api di busur vulkanik yang sama meletus hari ini di Indonesia, memicu kekhawatiran akan dampak letusan terhadap penerbangan dan keselamatan warga. Fenomena langka ini terjadi saat Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, dan Gunung Kerinci di Jambi, sama-sama menunjukkan aktivitas erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan. Para ahli vulkanologi menyebut letusan simultan ini sebagai pengingat akan dinamika busur vulkanik Indonesia yang sangat aktif.
Dua gunung api di busur vulkanik yang sama meletus hari ini menjadi sorotan utama. Gunung Lewotobi Laki-laki yang berstatus Siaga (Level III) mengeluarkan kolom abu setinggi 2,5 kilometer di atas puncak pada Jumat (5/6/2026). Abu vulkanik berwarna kelabu tebal menyebar ke arah barat dan barat laut, mengganggu operasional Bandara Frans Seda Maumere yang terpaksa ditutup selama dua hari. Sementara itu, Gunung Kerinci dilaporkan memuntahkan abu dan material pijar, meskipun statusnya masih di Level II (Waspada). Kedua gunung ini berada dalam sistem busur vulkanik Sunda-Banda yang membentang dari Sumatera hingga Nusa Tenggara.
Fenomena dua gunung api di busur vulkanik yang sama meletus hari ini tidak hanya menarik perhatian ilmuwan, tetapi juga menimbulkan kepanikan di masyarakat. Di Flores Timur, warga di sekitar Gunung Lewotobi diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Petugas pos pengamatan, Herman Yosep S Mboro, memperingatkan potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama di Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 29,6 mm dan durasi sekitar 2 menit 17 detik.
Di sisi lain, letusan Gunung Kerinci mengingatkan kita pada sejarah panjang aktivitas vulkanik di Sumatera. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, warga di sekitar kawah diminta waspada terhadap awan panas dan hujan abu. Dua gunung api di busur vulkanik yang sama meletus hari ini menjadi bukti bahwa Indonesia berada di atas ‘ring of fire’ yang sangat dinamis. Para ahli terus memantau perkembangan kedua gunung untuk mengantisipasi kemungkinan letusan yang lebih besar.
Dampak letusan Gunung Lewotobi juga dirasakan di sektor transportasi udara. Penutupan Bandara Frans Seda Maumere menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan. Maskapai penerbangan diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari otoritas bandara dan PVMBG. Sementara itu, Gunung Kerinci belum dilaporkan mengganggu penerbangan, namun abu vulkanik tetap menjadi ancaman bagi pesawat yang melintas di dekatnya.
Kesimpulannya, dua gunung api di busur vulkanik yang sama meletus hari ini menjadi pengingat akan kekuatan alam yang tak terduga. Masyarakat di sekitar gunung api harus selalu waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Pemantauan berkelanjutan oleh PVMBG diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana. Semoga situasi segera kondusif dan warga dapat kembali beraktivitas normal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










