PT Samwon Busana Indonesia Jepara Tutup, 670 Buruh Terancam PHK

PT Samwon Busana Indonesia Jepara Tutup, 670 Buruh Terancam PHK

Plat Merah – Kabar mengejutkan datang dari industri garmen di Jawa Tengah. PT Samwon Busana Indonesia Jepara, perusahaan tekstil asal Korea Selatan, mengumumkan akan menutup unit produksinya di Jepara per 1 Agustus 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada sekitar 670 pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan. Penutupan PT Samwon Busana Indonesia Jepara ini menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perindustrian dan pemerintah daerah.

Menurut informasi yang dihimpun, PT Samwon Busana Indonesia Jepara telah mengalami kerugian selama lima tahun berturut-turut. Faktor penyebabnya antara lain dampak pandemi COVID-19, penurunan jumlah order, serta masalah produksi yang tidak mencapai target. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, membenarkan bahwa perusahaan telah diaudit oleh kantor akuntan publik dan hasilnya memang rugi. Sebelum memutuskan tutup, PT Samwon Busana Indonesia Jepara telah melakukan berbagai upaya, seperti merumahkan karyawan dan mengurangi jam kerja, namun akhirnya tidak bisa bertahan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) angkat bicara terkait isu ini. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, meluruskan bahwa PT Samwon Busana Indonesia tidak menutup seluruh badan usahanya. Hanya unit di Jepara yang dihentikan operasionalnya, sementara unit Semarang tetap beroperasi aktif dan bahkan baru saja menambah daya listrik sebesar 56 persen. Kemenperin akan memanggil manajemen PT Samwon Busana Indonesia untuk meminta klarifikasi dan memastikan hak-hak pekerja terpenuhi.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, juga turun tangan. Ia menyatakan akan mendalami kabar PHK massal ini dan melaporkannya kepada Ketua Satgas PHK. Said Iqbal berencana melakukan kunjungan ke PT Samwon Busana Indonesia Jepara dan PT Victory Apparel di Semarang untuk mencari solusi terbaik. Sementara itu, serikat pekerja meminta manajemen PT Samwon Busana Indonesia jujur mengenai penyebab penutupan, karena ada perbedaan alasan antara yang disampaikan perusahaan dengan Disnaker setempat.

Penutupan PT Samwon Busana Indonesia Jepara menambah daftar panjang perusahaan garmen yang kesulitan di Jawa Tengah. Sebelumnya, PT Victory Apparel Semarang juga mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK terhadap 807 pekerja. Total lebih dari 1.400 buruh terancam kehilangan pekerjaan. Proses mediasi antara perusahaan dan pekerja terus berlangsung, dengan Disnaker mendampingi negosiasi hak pesangon.

Nasib 670 pekerja PT Samwon Busana Indonesia Jepara kini menjadi prioritas. Pemerintah berupaya memitigasi dampak sosial dan ekonomi, termasuk memastikan pemenuhan hak pekerja sesuai Undang-Undang Cipta Kerja. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret untuk menyelamatkan industri garmen nasional dan melindungi tenaga kerja Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup