Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Lebih Lincah: Pajak-Bea Cukai Tak Lagi Jalan Sendiri, Ego Sektoral Dibubarkan

Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Lebih Lincah: Pajak-Bea Cukai Tak Lagi Jalan Sendiri, Ego Sektoral Dibubarkan

Plat Merah – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini telah bertransformasi menjadi organisasi yang lebih lincah dan adaptif. Dalam pernyataannya, Purbaya sebut Kemenkeu kini lebih lincah: PajakBea Cukai tak lagi jalan sendiri [titlebase] merupakan bukti nyata dari reformasi internal yang berhasil menghilangkan sekat-sektor ego sektoral yang selama ini menghambat kinerja.

Purbaya mengakui bahwa dua tahun lalu, saat Kemenkeu masih dipimpin Sri Mulyani, budaya kerja ‘silo’ atau bekerja sendiri-sendiri sangat kental. Unit-unit eselon I seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sulit berkolaborasi. Namun kini, ia mengklaim masalah tersebut sudah dibereskan. “Misalnya dulu pajak dan bea cukai itu susah banget kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi kita dorong itu supaya kerja samanya bagus,” ujarnya dalam rapat di DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Purbaya sebut Kemenkeu kini lebih lincah: Pajak-Bea Cukai tak lagi jalan sendiri [titlebase] tidak hanya sekadar retorika. Ia mencontohkan bahwa perpindahan pegawai antarunit yang dulu sangat sulit kini mulai dipermudah. “Ada kasus perpindahan antar pegawai dari Dirjen Anggaran ke Pajak, susah banget, karena masing-masing punya sendiri silo-silo. Padahal satu tempat kebanyakan orang,” ungkapnya. Dengan dibukanya sekat-sekat tersebut, koordinasi lintas direktorat menjadi lebih cepat.

Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen Purbaya untuk menjadikan Kemenkeu sebagai satu kesatuan organisasi yang solid. “Supaya yang lain bisa lebih sinergi dalam pengertian, Kementerian Keuangan kan satu sebetulnya. Enggak perlu ada ego di satu kedirjenan gitu. Nanti kita bereskan,” tegasnya. Purbaya sebut Kemenkeu kini lebih lincah: Pajak-Bea Cukai tak lagi jalan sendiri [titlebase] menjadi fondasi bagi peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja.

Menurut Purbaya, budaya kerja yang lebih kolaboratif ini memungkinkan Kemenkeu merespons tantangan ekonomi dengan lebih cepat. Ia optimistis bahwa ke depannya, sinergi antarunit akan terus diperkuat sehingga Kemenkeu mampu menjalankan fungsi pengelolaan keuangan negara secara optimal. “Kalau sekarang saya pikir sudah agile, walaupun ada silo-silo, kita kurangi silo semaksimal mungkin. Jadi sudah tidak seperti dulu lagi,” pungkasnya.

Dengan demikian, Kemenkeu di bawah kepemimpinan Purbaya berhasil mengubah paradigma dari bekerja sendiri-sendiri menjadi satu tim yang solid. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penerimaan negara, khususnya di sektor perpajakan dan kepabeanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup