Blunder Promosi Tragedi Gwangju, Starbucks Korsel Tutup Sementara 2.000 Gerai

Blunder Promosi Tragedi Gwangju, Starbucks Korsel Tutup Sementara 2.000 Gerai

Plat Merah – Starbucks Korea Selatan menutup sementara lebih dari 2.000 gerainya pada 22 Juni 2026 sebagai buntut dari kontroversi promosi yang dianggap tidak sensitif terhadap tragedi bersejarah. Penutupan massal ini merupakan yang pertama sejak Starbucks beroperasi di Korea Selatan pada 1999.

Seluruh karyawan diwajibkan mengikuti pelatihan sejarah modern Korea dan sensitivitas sosial mulai pukul 15.00 waktu setempat. Langkah ini diambil setelah kampanye promosi bertajuk ‘Tank Day’ pada 18 Mei 2026 menuai kecaman publik karena bertepatan dengan peringatan Pemberontakan Gwangju 1980, peristiwa penumpasan demonstran pro-demokrasi oleh militer.

Promosi tersebut menawarkan diskon untuk seri tumbler ‘Tank’ dan menggunakan slogan ‘gebrak meja’ yang diingatkan pada kasus kematian aktivis mahasiswa Park Jong-chul pada 1987. Akibatnya, Starbucks Korea menghadapi boikot pelanggan, perusakan produk, dan penghentian kerja sama oleh sejumlah instansi pemerintah.

CEO Starbucks Korea, Son Jung-hyun, diberhentikan pada hari yang sama. Shinsegae Group selaku operator Starbucks Korea mengakui slogan tersebut dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan (AI) dan beberapa manajer tidak membaca materi promosi secara lengkap sebelum menyetujuinya. Kepolisian Seoul menetapkan Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, dan mantan CEO sebagai tersangka pidana.

Penutupan gerai diperkirakan menyebabkan kerugian penjualan hingga 2,1 miliar won atau sekitar US$1,4 juta. Data IGAWorks menunjukkan transaksi pelanggan merosot 26 persen pada pekan setelah kontroversi. Hanya gerai di bandara yang tetap beroperasi selama pelatihan berlangsung.

Pelatihan melibatkan akademisi dari Universitas Sungkyunkwan, mencakup kuliah sejarah sejak era 1950-an dan materi tentang isu hak asasi manusia, gender, serta tenaga kerja. Perusahaan juga memperkenalkan daftar periksa sensitivitas sosial baru untuk mencegah kesalahan serupa di masa depan. Chung Yong-jin menyampaikan permintaan maaf terbuka dalam konferensi pers yang disiarkan televisi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup