Skandal Promosi Berujung Penutupan 2.000 Gerai Starbucks di Korea Selatan
Plat Merah – Starbucks Korea Selatan mengambil langkah drastis dengan menutup seluruh gerainya yang berjumlah lebih dari 2.000 unit secara serentak pada pekan depan. Keputusan ini diambil setelah perusahaan terseret skandal promosi yang dianggap melecehkan salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah Korea Selatan, yakni Pemberontakan Gwangju 1980.
Penutupan massal ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni pukul 15.00 waktu setempat. Selama penutupan, seluruh karyawan diwajibkan mengikuti pelatihan sejarah modern Korea dan pelatihan kepekaan sosial. Langkah ini merupakan yang pertama kalinya sejak Starbucks beroperasi di Korea Selatan pada 1999.
Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea meluncurkan program promosi untuk seri tumbler bernama “Tank” pada 18 Mei. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari peringatan nasional tragedi Gwangju 1980, sebuah peristiwa penumpasan brutal terhadap gerakan pro-demokrasi oleh militer. Promosi itu menggunakan istilah “Tank Day” dan slogan “hantaman di atas meja” yang memiliki konotasi sensitif terkait kematian aktivis mahasiswa Park Jong-chul pada 1987.
Meski promosi ditarik dalam hitungan jam, kemarahan publik meluas. Banyak pelanggan menghancurkan cangkir dan tumbler Starbucks sebagai bentuk protes. Beberapa lembaga pemerintah bahkan memutus kerja sama dengan waralaba kopi tersebut. Dampaknya, transaksi pelanggan menurun drastis berdasarkan data IGAWorks.
CEO Starbucks Korea, Son Jung-hyun, diberhentikan dari jabatannya karena perannya dalam krisis hubungan masyarakat ini. Sementara itu, Ketua Shinsegae Group selaku operator Starbucks Korea, Chung Yong-jin, bersama para eksekutif perusahaan juga akan mengikuti pelatihan serupa secara terpisah pada Rabu. Shinsegae Group menyatakan langkah ini diambil agar insiden tersebut menjadi pelajaran dan mencegah kejadian serupa terulang.
Penutupan 2.000 gerai diperkirakan menyebabkan kerugian penjualan hingga 2,1 miliar won atau sekitar US$1,4 juta. Starbucks Korea berharap dengan pelatihan ini, kesalahan serupa tidak terulang di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











