PLN Lakukan Perabasan Pohon, Jaga Pasokan Keandalan Listrik
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Plat Merah – Pada 23 Juni 2026, PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melanjutkan program perawatan rutin jaringan kelistrikan melalui perabasan pohon di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi PLN untuk memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah yang rentan terhadap gangguan alam seperti hujan lebat dan angin kencang. Dalam konteks Indonesia yang memiliki 17.000-an pulau dengan kondisi geografis beragam, operasi perawatan jaringan listrik menjadi kunci untuk menjaga kontinuitas layanan kelistrikan.
Analisis Potensi Risiko
Berdasarkan data PLN, 32% dari total gangguan kelistrikan di Jawa-Madura disebabkan oleh faktor vegetasi yang tumbuh di sekitar instalasi. Pohon dengan dahan yang menjuntai atau ranting yang rapuh dapat menyebabkan:
- Korsleting: Akibat kontak langsung antara kabel dengan daun/air hujan
- Percikan api: Saat kabel tertindih ranting yang tumbang
- Tersengat listrik: Risiko bagi masyarakat di sekitar jaringan
- Putusnya suplai: Kabel putus akibat pohon tumbang
Proses Pelaksanaan Perabasan
Kegiatan dilakukan oleh tim teknis PLN yang terdiri dari 12 personel, didukung alat berat seperti excavator dan alat pemotong ranting. Berikut kronologi perencanaan hingga pelaksanaan:
| Tahap | Kegiatan | Waktu |
|---|---|---|
| 1 | Pemetaan area risiko | 15-17 Juni 2026 |
| 2 | Sosialisasi ke masyarakat | 18-20 Juni 2026 |
| 3 | Perabasan pohon dan pemangkasan | 21-23 Juni 2026 |
| 4 | Pengecekan kembali | 24-25 Juni 2026 |
Koordinasi dengan Pemda dan Masyarakat
PLN bekerja sama dengan Pemkab Situbondo dan instansi terkait untuk memastikan jalannya kegiatan sesuai regulasi. Pada tahap sosialisasi, tim menyampaikan pentingnya kegiatan ini melalui:
- Penyuluhan di kantor desa
- Distribusi 500 lembar poster edukasi
- Kunjungan langsung ke masyarakat yang memiliki pohon di dekat jaringan
Dampak Positif dan Tantangan
Kegiatan ini diharapkan mengurangi 60% kejadian gangguan kelistrikan di wilayah kerja ULP Asembagus. Namun, PLN menghadapi beberapa tantangan:
| Tantangan | Penjelasan |
|---|---|
| Biaya operasional | Perabasan pohon membutuhkan anggaran Rp 250 juta per tahun |
| Respon masyarakat | Beberapa warga sempat khawatir akan kerusakan tanaman milik pribadi |
| Ekosistem lokal | Perlu keseimbangan antara keamanan jaringan dan kelestarian lingkungan |
Perspektif Industri dan Pemerintah
Program ini sejalan dengan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik yang Ramah Lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi langkah PLN, yang telah:
- Mengurangi jumlah keluhan pelanggan sebesar 25% dalam 2 tahun terakhir
- Meningkatkan Indeks Kepuasan Pelanggan menjadi 87 dari 100
- Mempercepat pemulihan layanan hingga 40% dari waktu standar
Kolaborasi Jangka Panjang
PLN berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif serupa di 28 wilayah lain di Jawa Timur. Beberapa rencana strategis meliputi:
- Penerapan teknologi drone untuk pemantauan rutin
- Kerja sama dengan perguruan tinggi dalam pengembangan varietas tanaman tidak berdaun lebat
- Program pelatihan kesadaran keamanan listrik bagi masyarakat
Dengan pendekatan proaktif ini, PLN berharap bisa mencapai target 99,98% keandalan pasokan listrik hingga akhir 2027. Kegiatan perabasan pohon di Situbondo menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan BUMN mampu menjalankan tugasnya secara efisien sekaligus berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











