Masyarakat Jatiroto Antusias Ikuti Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 H
Latar Belakang Perayaan Tahun Baru Islam di Jatiroto
Plat Merah – Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menyambut Tahun Baru Islam 1448 H dengan pawai obor yang menarik. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang terus dilestarikan masyarakat Desa Jatiroto. Tahun Baru Islam, yang jatuh pada 24 Juni 2026, diperingati dengan pawai obor sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Pelaksanaan Pawai Obor dan Pengamanan oleh Polsek Jatiroto
Rabu malam, 24 Juni 2026, menjadi momentum bersejarah bagi warga Jatiroto. Ratusan peserta berjalan kaki dengan membawa obor dari Balai Desa Jatiroto menuju Masjid Nurul Hasan di Dusun Kotokan. Prosesi ini tidak hanya menunjukkan antusiasme masyarakat, tetapi juga keterlibatan aktif aparat kepolisian dalam memastikan keamanan.
| Waktu | Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|
| 18.30-19.00 WIB | Persiapan peserta | Penyusunan rute dan pengaturan parkir |
| 19.00-20.30 WIB | Pawai obor | Rute Balai Desa ke Masjid Nurul Hasan |
| 20.30-21.00 WIB | Tasyakuran | Doa bersama dan penutupan acara |
Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi memimpin langsung pengamanan. Personel Polsek melakukan pengaturan lalu lintas, memastikan keamanan peserta, dan mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Kehadiran kami tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk mempererat hubungan harmonis dengan warga,” ujar Imam.
Dampak Sosial dan Budaya dari Kegiatan
Pawai obor ini berdampak signifikan pada kehidupan sosial masyarakat Jatiroto. Beberapa dampak yang terlihat meliputi:
- Penguatan rasa kegotong-royongan antarwarga
- Peningkatan kesadaran akan keamanan lingkungan
- Preservasi nilai-nilai lokal dan tradisi keagamaan
- Kolaborasi efektif antara aparat dan masyarakat
Reaksi Masyarakat dan Partisipasi Aktif
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 500 orang. Berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, turut memeriahkan acara. Banyak warga yang menyatakan bahwa pawai obor bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana mempererat jalinan ukhuwah islamiyah.
Komitmen Polsek Jatiroto dalam Menjaga Kamtibmas
Polsek Jatiroto menegaskan kesiapannya untuk terus hadir dalam kegiatan sosial-keagamaan. “Kami berharap sinergi ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Lumajang,” kata AKP Imam. Upaya koordinasi dengan panitia dan tokoh masyarakat dinilai berhasil mencegah potensi gangguan keamanan.
Perspektif Analisis
Kegiatan ini mencerminkan peran aktif masyarakat dalam melestarikan tradisi sekaligus komitmen aparat dalam menjaga ketertiban. Dalam konteks pembangunan daerah, kolaborasi seperti ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








