Bhakti Penganyar Pemkab Klungkung di Pura Mandhara Giri Lumajang: Makna, Rangkaian Upacara, dan Dampaknya bagi Pembangunan Daerah
Latar Belakang Bhakti Penganyar dan Pujawalikrama
Plat Merah – Bhakti Penganyar merupakan ritual keagamaan yang berakar dalam tradisi keagamaan Hindu Bali, berfungsi sebagai bentuk sradha (pengabdian) dan bhakti (kasih sayang) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam konteks Pemerintah Kabupaten Klungkung, kegiatan ini dijadikan sarana spiritual untuk memohon petunjuk, kekuatan, dan kelancaran pelaksanaan program pembangunan daerah. Rangkaian upacara Pujawalikrama tahunan—yang mencakup Matur Piuning, Mepepada Wewalungan, Purnamaning Kasa, serta Bhakti Penganyar—menjadi wadah resmi bagi pejabat, OPD, tokoh masyarakat, dan umat sedharma dari luar Bali untuk bersinergi dalam semangat kebersamaan.
Rangkaian Upacara Pujawalikrama 2026
| Tanggal | Acara |
|---|---|
| 31 Mei 2026 | Matur Piuning (Redite Pon Julungwangi) |
| 28 Juni 2026 | Mepepada Wewalungan (Redite Umanis Langkir) |
| 29 Juni 2026 | Purnamaning Kasa, Soma Paing Langkir |
| 8 Juli 2026 | Bhakti Penganyar di Pura Mandhara Giri, Lumajang |
| 10 Juli 2026 | Upacara Nganyarin dan Nyineb (Sukra Pon Medangsia) |
Pelaksanaan Bhakti Penganyar di Pura Mandhara Giri
Upacara Bhakti Penganyar dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026 di Pura Mandhara Giri, sebuah pura yang terletak di lereng Gunung Semeru Agung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan dipimpin oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Klungkung, I Gusti Ketut Suardika, yang mewakili Bupati Klungkung. Ia menyampaikan bahwa upacara ini adalah bagian tak terpisahkan dari tugas moral pemerintah daerah, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat jaringan kerja sama lintas provinsi.
- Perwakilan resmi Bupati Klungkung hadir sebagai penanda komitmen pemerintah setempat.
- Seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klungkung turut berpartisipasi, menandakan sinergi internal pemerintahan.
- Tokoh masyarakat dan umat sedharma dari berbagai wilayah Jawa Timur hadir, memperluas dimensi sosial‑kultural acara.
- Persembahyangan dipandu oleh dua pedanda senior: Ida Pedanda Gede Dwija Putra (Griya Taman Sari Mas, Baturiti, Tabanan) dan Ida Pedanda Istri Wiadnyani Keniten (Griya Gede Banjarangkan, Klungkung).
Dampak dan Implikasi Bagi Pemerintah dan Masyarakat
Pelaksanaan Bhakti Penganyar membawa sejumlah dampak yang dapat dilihat dari tiga dimensi utama:
- Spiritual dan Budaya: Upacara memperkuat rasa kebersamaan antar‑umat Hindu di Bali dan Jawa Timur, sekaligus melestarikan tradisi ritual yang semakin terancam oleh modernisasi.
- Politik dan Administratif: Kehadiran pejabat tinggi dan OPD dalam rangkaian upacara menegaskan legitimasi pemerintahan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap target pembangunan, khususnya dalam bidang infrastruktur dan kesejahteraan sosial.
- Ekonomi Lokal: Ribuan peserta dan tamu menginap di Lumajang, meningkatkan pendapatan sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner selama periode acara. Data sementara menunjukkan kenaikan okupansi hotel hingga 35 % dibandingkan rata‑rata harian.
Secara jangka panjang, harapan pemerintah Klungkung adalah agar semangat kebersamaan yang tercipta dapat diterjemahkan menjadi dukungan publik terhadap program‑program pembangunan seperti revitalisasi jalan pedesaan, peningkatan layanan kesehatan, dan pelatihan keterampilan kerja bagi pemuda.
Harapan dan Penutup
Asisten I Setda Kabupaten Klungkung, I Gusti Ketut Suardika, menutup acara dengan doa bersama dan harapan bahwa “seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar, sukses, dan labda karya, serta memberikan kerahayuan bagi seluruh umat.” Pernyataan ini tidak sekadar seremonial; ia mencerminkan keyakinan bahwa nilai‑nilai spiritual dapat menjadi motor penggerak bagi kebijakan publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan menata kembali ikatan spiritual antar‑daerah, Bhakti Penganyar tidak hanya menjadi ritual keagamaan, melainkan juga jembatan strategis bagi Kolaborasi Pemerintah Daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Klungkung dan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













