Fungsi Ginjal Tinggal 5 Persen, Terungkap Penyakit yang Diderita Trisno PAS Band Sebelum Meninggal
PlatMerah.com, Bandung – Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Bambang Sutrisno, bassist PAS Band yang akrab disapa Trisno, meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan seband, dan para penggemar.
Trisno meninggal setelah berjuang melawan penyakit gagal ginjal stadium lanjut. Fungsi ginjalnya hanya tersisa 5 persen. Selain itu, ia juga sempat menjalani operasi akibat penyumbatan darah di otak.
Perjuangan Melawan Penyakit
Kondisi kesehatan Trisno sebenarnya sudah menurun sejak beberapa tahun terakhir. Drummer PAS Band, Sandy, mengungkapkan bahwa rekan-rekannya melihat perubahan fisik pada Trisno, seperti kaki membengkak dan berat badan turun drastis. Namun, Trisno enggan memeriksakan diri ke dokter secara serius karena karakternya yang dianggap rock and roll.
Penyakit yang diderita Trisno baru terdeteksi ketika kondisinya sudah parah. Beberapa bulan sebelum kritis, ia sempat didiagnosis gangguan liver dan hipertensi. Penyakit tersebut kemudian berkembang dan berdampak pada fungsi ginjalnya.
Momen Terakhir Bareng PAS Band
Gitaris PAS Band sekaligus kakak Trisno, Bengbeng, menceritakan momen terakhir bersama adiknya. PAS Band terakhir kali manggung pada 3 Juni 2026 di Hari Jadi Bogor. Panggung itu menjadi momen terakhir Trisno tampil bersama band.
Saat Trisno menjalani perawatan di rumah sakit, Bengbeng sering bernostalgia dengannya. Trisno kerap mendengarkan bacaan Al-Qur’an atau murottal, serta lagu-lagu lama saat pertama kali mereka ngeband.
Kepergian yang Meninggalkan Duka
Jenazah Trisno dimakamkan di TPU Cikutra, Bandung, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Prosesi pemakaman dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan rekan-rekan musisi, termasuk Andi /rif, Ramdan Burgerkill, serta personel PAS Band lainnya.
Bengbeng memohon doa agar almarhum diterima di sisi Tuhan dan diampuni segala kesalahannya. Ia juga mengenang Trisno sebagai sosok yang supel, mudah bergaul, dan humoris meski temperamental. “Kalau teman-teman dengerin lagu PAS Band, boleh dibilang progresif yang ngejelimet terus yang hits, pasti dari dia,” ungkapnya.
Selamat jalan, Trisno. Karya dan kenanganmu akan selalu dikenang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












