Imam Tantowi, Sineas Senior di Balik Tukang Bubur Naik Haji, Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
PlatMerah.com – Sutradara dan penulis skenario senior Indonesia, Imam Tantowi, meninggal dunia pada Jumat petang, 21 Agustus 2026, di usia 80 tahun. Kepergian Imam Tantowi meninggalkan duka mendalam bagi dunia perfilman dan sinetron Tanah Air.
Imam Tantowi lahir di Tegal pada 13 Agustus 1946 dan memulai kariernya di dunia seni melalui panggung teater sandiwara pada era 1960-an. Ia berperan sebagai pemeran sekaligus sutradara panggung sebelum masuk ke dunia perfilman pada tahun 1970-an. Dalam perjalanan kariernya, Imam tidak hanya menjadi sutradara, tetapi juga penulis skenario, penata artistik, dan dekorator.
Perjalanan Karier dan Karya Terkenal
Imam Tantowi dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia perfilman dan pertelevisian Indonesia. Ia mulai menyutradarai film pada tahun 1982 dan terlibat dalam berbagai genre, mulai dari horor, laga kolosal, sejarah, komedi, hingga drama religi.
Beberapa karya terbaik Imam Tantowi yang dikenal luas antara lain:
- Pengabdi Setan
- Saur Sepuh III: Kembang Gunung Lawu (1989)
- Soerabaia ’45
- Angling Dharma
- Ketika Cinta Bertasbih (2009)
- Tukang Bubur Naik Haji The Series (2012-2017)
- Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)
- Suami-Suami Takut Istri (1996)
Karya televisinya, Tukang Bubur Naik Haji The Series, meraih rating tinggi dan penghargaan, memperkuat reputasinya sebagai sineas berpengaruh di industri hiburan Indonesia.
Penghargaan dan Pengakuan
Imam Tantowi menerima berbagai penghargaan sepanjang kariernya, termasuk Lifetime Achievement di Festival Film Indonesia (FFI) 2024. Dedikasi dan kontribusinya dalam perfilman Indonesia diakui secara luas oleh banyak pihak, termasuk Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) dan Dewan Kesenian Jakarta.
Reaksi Dunia Hiburan atas Kepergian Imam Tantowi
Kabar duka ini disampaikan oleh sejumlah kerabat dan sahabat, termasuk Evry Joe dari PARFI. Berbagai akun resmi seperti Festival Film Indonesia dan Dewan Kesenian Jakarta juga menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas jasa Imam Tantowi.
Sejumlah selebriti, seperti aktris Citra Kirana dan Derry Sudarisman, turut menyampaikan duka cita mereka. Citra Kirana berdoa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan amal ibadahnya diterima.
Kepergian Imam Tantowi menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan Indonesia, terutama bagi dunia perfilman dan sinetron yang telah lama dibaktikan oleh almarhum.
Imam Tantowi meninggalkan warisan karya yang signifikan dan menjadi inspirasi bagi sineas muda di Indonesia. Karya-karyanya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perfilman dan televisi Tanah Air.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










