Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan, Dukung Eksplorasi Kuliner dan Wisata Kota

Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan, Dukung Eksplorasi Kuliner dan Wisata Kota

Plat Merah – Gojek, platform layanan on-demand terkemuka di Indonesia, kembali berinovasi dengan meluncurkan fitur terbaru bernama ‘Jalan Jajan’ yang memungkinkan pengguna mengeksplorasi kuliner hingga atraksi wisata yang sudah dikurasi di lima kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali. Langkah ini diambil seiring meningkatnya tren urban exploration di kalangan masyarakat perkotaan yang ingin menikmati kota dengan cara sederhana, seperti berjalan kaki sambil mencicipi kuliner baru.

Head of Marketing Gojek, Marsela Renata, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Kamis (25/6/2025) menyatakan bahwa Gojek mengamati adanya tren menarik terkait mobilitas masyarakat, terutama saat momen libur sekolah. “Melalui fitur Jalan Jajan, masyarakat dapat menjelajahi ruang-ruang komunal, destinasi lokal yang menjadi tren, hingga menikmati kuliner autentik dan viral di setiap kota,” ujarnya. Fitur ini diharapkan menjadi solusi bagi mereka yang ingin mencari referensi terkurasi untuk menghabiskan waktu singkat namun berkesan.

Di sisi lain, Gojek juga menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas melalui kolaborasi dengan Dinas Perhubungan Jakarta dan komunitas pengemudi. Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Gojek, Grab, PT Blue Bird Tbk, dan komunitas keselamatan jalan sedang menyusun solusi untuk manajemen parkir dan keselamatan berkendara. Salah satu inisiatif yang akan dilakukan adalah seminar keselamatan berkendara bagi 200 pengemudi taksi dan ojek daring. “Kami ingin mengembangkan solusi bersama. Manajemen parkir harus disertai alternatif yang lebih baik bagi pengemudi agar ketertiban jalan tetap terjaga tanpa mengorbankan kemampuan mereka melayani masyarakat,” jelas Budi pada Sabtu (27/6/2026).

Selain itu, Gojek juga tengah menjajaki relaksasi peraturan parkir di gedung-gedung perkantoran untuk memudahkan penjemputan dan pengantaran penumpang tanpa menggunakan jalur lalu lintas. Rencana perluasan shelter bagi pengemudi ojek daring juga dibahas, termasuk pembangunan shelter baru di Wisma Kosgoro yang bekerja sama dengan Grab.

Dalam perkembangan lain, saham Gojek yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten GOTO mengalami perubahan status. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham GOTO dari daftar efek margin periode Juli 2026, bersama dengan 10 saham lainnya. Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin. Saham GOTO dan BELI (PT Global Digital Niaga Tbk) yang sebelumnya menyandang status unicorn kini tidak lagi masuk dalam daftar efek yang dapat dijaminkan untuk transaksi margin. Meskipun demikian, fundamental bisnis Gojek tetap kuat dengan inovasi layanan yang terus berjalan.

Di tengah fluktuasi pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam 4,55% pada pekan 22-26 Juni 2026, dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp3,43 triliun. Namun, Gojek tetap fokus pada pengembangan layanan dan kemitraan strategis untuk meningkatkan mobilitas dan pengalaman pengguna.

Kesimpulannya, Gojek terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat perkotaan melalui fitur inovatif seperti Jalan Jajan yang mendukung eksplorasi kota, serta berperan aktif dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas melalui kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas. Meskipun menghadapi tantangan di pasar modal, Gojek tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna dan mitra pengemudi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup