Beruntungnya 3 Pendaki di Pegunungan Argopuro Ditemukan Selamat, Sementara Pemuda Jakarta Ditemukan Tewas Setelah 3 Hari Hilang di Sukabumi
PlatMerah.com, Jawa Timur dan Sukabumi – Tiga pendaki yang sempat hilang selama beberapa hari di Pegunungan Argopuro berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara seorang wisatawan asal Jakarta yang hilang terseret ombak di Sukabumi ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian intensif.
Pada kejadian pertama, tiga pendaki yaitu Steven (23) dan Adi (22) asal Bali, serta Eza (21) dari Solo, Jawa Tengah, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Kerincing, Suaka Margasatwa Iyang, Pegunungan Argopuro sisi timur, Bondowoso. Mereka dinyatakan hilang sejak Selasa, 18 Agustus 2026, setelah salah seorang anggota kelompok mengalami cedera dan turun ke base camp, sedangkan ketiga pendaki lainnya melanjutkan perjalanan.
Setelah pencarian yang melelahkan oleh tim SAR, ketiganya ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan kelaparan. Mereka ditemukan berkumpul bersama dan mendapatkan pertolongan segera. Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menyatakan bahwa keempat pendaki awalnya mendaki sejak Senin malam 17 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.
Korban Terseret Ombak di Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia
Berbeda dengan kejadian di Pegunungan Argopuro, Ahmad Nadhi Fadilah (21), wisatawan asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang hilang terseret ombak di Pantai Karang Naya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian intensif. Kejadian bermula pada Senin, 17 Agustus 2026, saat korban berenang dan terbawa arus ombak besar di area pantai.
Operasi pencarian melibatkan puluhan personel gabungan dari Pos SAR Sukabumi, Polairud, TNI AL, Balawista, Tagana Cikakak, serta relawan setempat. Pencarian menggunakan berbagai metode, termasuk penyisiran darat sepanjang 3 kilometer, penyisiran laut hingga 6 mil laut memakai perahu karet, dan pemantauan udara menggunakan drone. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.20 WIB pada Rabu, 19 Agustus 2026, berjarak sekitar 1 mil laut dari lokasi awal tenggelam.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan medis awal sebelum diserahkan kepada keluarga. Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizki Ardiansyah, memastikan bahwa jenazah yang ditemukan adalah Nadhi setelah pencocokan ciri fisik bersama keluarga.
Upaya dan Tantangan Pencarian
Pencarian korban di kedua lokasi ini menunjukkan kerja keras dan koordinasi berbagai pihak dalam operasi SAR. Di Pegunungan Argopuro, medan yang berat dan kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam pencarian ketiga pendaki yang hilang. Sementara itu, di Sukabumi, kondisi laut yang dinamis dan arus kuat mempersulit proses pencarian korban yang terseret ombak.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menekankan pentingnya pemaksimalan seluruh sarana yang ada agar evakuasi bisa berlangsung cepat dan efektif. Langkah tersebut termasuk kerja sama antara tim darat, laut, dan udara, sehingga keberadaan korban dapat segera terdeteksi.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya persiapan matang dan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di alam bebas maupun di kawasan pantai berisiko. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan kesiapan menghadapi situasi darurat sangat krusial untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











