Update Korban Jiwa Gempa NTT, 72 Orang Meninggal Dunia

Update Korban Jiwa Gempa NTT, 72 Orang Meninggal Dunia

PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 72 orang pada Kamis, 28 Agustus 2026. Gempa yang terjadi pada Sabtu pagi tanggal 15 Agustus 2026 ini juga menyebabkan ratusan warga mengalami luka dan ribuan lainnya mengungsi.

Data Korban Gempa NTT

Berdasarkan data resmi dari Posko Penanganan Bencana Gempa NTT dan keterangan Satgas Humas Ops Amanusa II Bencana NTT Kombes Bayu Suseno, rincian korban hingga Kamis (28/8) adalah sebagai berikut:

  • Korban meninggal dunia: 72 orang
  • Korban luka berat: 527 orang
  • Korban luka ringan: 753 orang
  • Jumlah pengungsi: 46.435 jiwa tersebar di 231 titik pengungsian di tujuh kabupaten

Wilayah Terdampak Terparah

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yaitu 28 orang. Disusul Manggarai Timur dengan 23 orang, Nagekeo 9 orang, Sikka 6 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 2 orang, dan Ngada 2 orang. Sedangkan untuk korban luka berat paling banyak tercatat di Manggarai Timur sebanyak 442 orang, kemudian Manggarai 181 orang.

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Tim SAR gabungan, termasuk Tim K-9 SAR Polri, telah dikerahkan untuk memperkuat operasi kemanusiaan dan pencarian korban di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur. Sebanyak 10 anjing pelacak digunakan dalam proses pencarian korban pascagempa.

Pemerintah pusat juga telah mengirimkan ratusan ton bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak gempa di NTT. Bantuan ini sangat penting mengingat jumlah pengungsi yang mencapai puluhan ribu jiwa dan tersebar di banyak titik pengungsian.

Konteks Gempa dan Dampaknya

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Gempa ini tidak hanya menyebabkan kerusakan dan korban jiwa, tetapi juga memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah seperti Labuan Bajo, Kolaka, dan Sikka. Kejadian ini menjadi salah satu bencana alam terbesar yang melanda NTT dalam beberapa tahun terakhir.

Kerusakan infrastruktur dan kondisi pengungsian yang padat menuntut penanganan cepat dan tepat dari pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk mengurangi risiko dampak lanjutan, termasuk masalah kesehatan dan kebutuhan dasar pengungsi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup