Perjalanan ke Pengungsian Reo Rumah Rusak dan Jalan Longsor akibat Gempa NTT
PlatMerah.com, Manggarai – Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan dampak signifikan, terutama di Kabupaten Manggarai. Banyak warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan berat. Salah satu lokasi pengungsian terbesar berada di Mata Air Barang Kolong, Reo, yang menampung lebih dari seribu warga.
Perjalanan Menuju Pengungsian Reo
Perjalanan menuju tempat pengungsian di Reo dimulai dari Kota Ruteng, ibukota Manggarai, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam. Rute yang dilalui menurun melalui kawasan perbukitan yang berkelok-kelok dan rawan longsor. Jalur ini menjadi tantangan tersendiri karena beberapa ruas jalan tertutup material tanah dan batu akibat longsor, bahkan sempat lumpuh total.
Rombongan yang menuju pengungsian dikawal oleh petugas kepolisian. Ketika melintasi Jembatan Wae Pesi, jembatan terakhir sebelum memasuki wilayah Reo, rombongan sempat dihentikan oleh warga yang belum menerima bantuan. Warga tersebut berdialog dengan petugas, meminta kondisi mereka disampaikan agar mendapatkan perhatian lebih.
Dampak Gempa pada Infrastruktur dan Hunian
Sepanjang perjalanan, terlihat jelas kerusakan pada rumah-rumah warga. Banyak bangunan yang roboh dan puing-puing yang masih dibersihkan oleh penghuni. Beberapa warga memilih bertahan di sekitar rumah mereka dengan mendirikan tenda-tenda sederhana menggunakan terpal dan karpet seadanya, meskipun tidak mengungsi ke posko resmi di Reo.
Suasana di Lokasi Pengungsian
Setibanya di Reo, suasana pengungsian di Mata Air Barang Kolong terlihat ramai. Ratusan warga berkumpul di lapangan yang berada di samping sebuah sekolah yang juga terdampak gempa. Lapangan ini menjadi tempat utama bagi warga untuk bertahan setelah rumah mereka rusak. Aktivitas di pengungsian terus berjalan dengan adanya dapur umum dan posko kesehatan yang sudah beroperasi sejak hari pertama.
Konteks dan Pentingnya Bantuan
Kondisi jalan yang sulit dan kerusakan perumahan menambah kompleksitas penanganan pasca-gempa di Manggarai. Akses yang terbatas menghambat distribusi bantuan dan evakuasi. Oleh karena itu, perhatian terhadap jalur transportasi serta pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian menjadi hal krusial untuk mendukung pemulihan warga terdampak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













