Karhutla di Kalsel, BPBD Catat Ada 8.764 Titik Panas
PlatMerah.com, Kalimantan Selatan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meluas sejak Juli 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel mencatat sebanyak 8.764 titik panas dengan total 1.651 kasus kebakaran yang menyebabkan lahan seluas 6.905 hektare terbakar.
Fakta Utama Karhutla di Kalsel
Berdasarkan data BPBD Kalsel, wilayah Kota Banjarbaru menjadi daerah dengan dampak karhutla paling parah dengan luas lahan terbakar mencapai 969 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Banjar mencatat 403 hektare lahan yang terbakar. Wilayah lain yang terdampak meliputi Kabupaten Tanah Laut dan beberapa daerah lainnya di provinsi tersebut.
Status Siaga Darurat
Akibat kondisi kebakaran yang parah, beberapa daerah di Kalsel telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Kabupaten Hulu Sungai Utara resmi menetapkan status ini, sementara Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar telah lebih dulu menetapkan siaga darurat sejak 15 Juli 2026.
Upaya Penanganan Karhutla
Penanganan karhutla di Kalsel menghadapi tantangan seperti kesulitan akses ke lokasi kebakaran dan keterbatasan sumber air. Meskipun demikian, tim BPBD bersama relawan terus berkoordinasi dan bekerja sama dalam proses pemadaman.
- Koordinasi antar petugas dan relawan terus dijaga agar upaya pemadaman dapat berjalan efektif.
- Tujuh perusahaan turut membantu dengan menurunkan armada pemadam kebakaran.
- Penggunaan water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dimaksimalkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Konteks dan Dampak
Kebakaran hutan dan lahan di Kalsel berdampak luas terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat. Asap tebal yang dihasilkan mengganggu kualitas udara serta aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak.
Penetapan status siaga darurat menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap karhutla agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Perkembangan Terkini
BPBD Kalsel terus memantau perkembangan titik panas dan kebakaran dengan memaksimalkan peran petugas darat maupun udara. Fokus utama adalah memadamkan api di titik-titik hotspot agar kebakaran tidak menyebar ke lahan lain.
Upaya bersama antara pemerintah daerah, BNPB, perusahaan swasta, dan masyarakat diharapkan dapat mengendalikan situasi dan mengurangi dampak karhutla di Kalimantan Selatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












