Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, Kerahkan 18 Kapal dan 1 Helikopter

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, Kerahkan 18 Kapal dan 1 Helikopter

PlatMerah.com, Selat Sunda – Tim SAR gabungan memperluas operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Hingga Senin, 14 September 2026, pencarian mencakup area seluas sekitar 6.649 nautical mile persegi, terdiri dari 4.586 NM persegi wilayah laut dan 2.063 NM persegi wilayah udara.

Perluasan Operasi Pencarian

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Rizki Dwianto, menyampaikan bahwa pencarian hari ini diperkuat dengan 18 kapal dan satu helikopter Dauphin AS365 N3 HR-3604. Seluruh unsur SAR dikerahkan untuk menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya. Dalam menentukan pola penyisiran, tim SAR memperhitungkan kondisi arus, angin, dan gelombang yang ada di lokasi.

Kondisi Cuaca dan Faktor Keselamatan

Cuaca di kawasan Selat Sunda pada hari pencarian diperkirakan berawan dengan kecepatan angin sekitar 5-20 knot dan gelombang antara 0,5 hingga 2,5 meter. Selain kondisi cuaca, aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III (Siaga) menjadi perhatian utama untuk keselamatan personel SAR selama operasi berlangsung.

Detail Kejadian dan Pencarian

Lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada tanggal 7 September 2026. Mereka bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini, kedelapan orang tersebut masih belum ditemukan meskipun pencarian telah memasuki hari keenam.

Sejumlah barang ditemukan di sekitar perairan timur Pulau Rakata telah diperiksa oleh tim SAR dan Polda Banten, namun dipastikan bukan milik rombongan yang hilang. Barang-barang tersebut meliputi helm merah, jeriken biru, dan dua jaket pelampung oranye yang tidak sesuai dengan perlengkapan kapal Arupadhatu 1.

Langkah Selanjutnya

Tim SAR terus memperluas penyisiran melalui jalur laut dan udara dengan memaksimalkan penggunaan kapal dan helikopter. Evaluasi kondisi cuaca dan faktor risiko lainnya tetap menjadi perhatian utama untuk memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam pencarian ini.

Operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur ini menunjukkan komitmen serius dari Basarnas, Polda Banten, dan instansi terkait dalam menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup