MRT Tutup Stasiun Dukuh Atas dan Transjakarta Hentikan Layanan 6 Rute Akibat Aksi di Sekitar Bundaran HI

MRT Tutup Stasiun Dukuh Atas dan Transjakarta Hentikan Layanan 6 Rute Akibat Aksi di Sekitar Bundaran HI

PlatMerah.com, Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) menutup sementara pintu masuk E dan C di Stasiun Dukuh Atas BNI pada 28 Oktober 2026 sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas aksi massa di sekitar Bundaran Hotel Indonesia. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan keselamatan para pelanggan MRT.

Meskipun layanan MRT Jakarta tetap beroperasi normal, penutupan pintu masuk ini mengharuskan penumpang untuk menggunakan pintu masuk alternatif yang tersedia di stasiun tersebut. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menyatakan bahwa setiap perubahan layanan atau akses stasiun akan diinformasikan melalui kanal komunikasi resmi MRT Jakarta.

Baca juga:

Penghentian Layanan Transjakarta

Seiring dengan situasi lalu lintas yang terdampak aksi massa, PT Transjakarta menghentikan sementara operasional enam rute bus. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa total terdapat 20 rute yang terdampak, meliputi enam rute yang dihentikan sementara, enam rute dipendekkan, dan delapan rute dialihkan.

Enam Rute Bus Transjakarta yang Dihentikan Sementara:

  • BW4 (IRTI – Bundaran Senayan via Pencakar Langit)
  • BW2 (Bus Wisata 2 – Jakarta Baru)
  • 6B (Ragunan – Balai Kota via Semanggi)
  • 6A (Ragunan – Balai Kota via Kuningan)
  • 1P (Senen – Blok M)
  • 1B (St Palmerah – Tosari)

Perpendekan Rute

Selain itu, enam rute mengalami perpendekan layanan, tidak melayani beberapa halte tertentu untuk menyesuaikan kondisi lalu lintas yang tidak kondusif. Beberapa rute tersebut antara lain 6D, 1C, 4C, 2A, 2, 1A, dan 14A.

Pengalihan Rute

Delapan rute Transjakarta juga dialihkan sementara, termasuk SH2, S21, 9C1, 9D, 7F, 6C, 3, 1W, dan 1, dengan beberapa halte dan area yang tidak dilayani demi menghindari titik-titik keramaian di sekitar Bundaran HI.

Pengamanan Lalu Lintas

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 1.249 personel untuk mengamankan dan mengatur arus kendaraan selama aksi berlangsung di sejumlah titik di Jakarta. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di tengah kegiatan penyampaian pendapat oleh elemen masyarakat.

Baca juga:

Imbauan Kepada Pengguna Transportasi Umum

PT MRT Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan layanan MRT secara tertib dan menjaga fasilitas publik demi keamanan dan kenyamanan bersama selama kondisi aksi massa berlangsung.

Informasi terbaru terkait layanan MRT dan Transjakarta selama aksi massa ini akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi resmi masing-masing operator transportasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Tutup