IHSG Tembus 6.231, BBRI Jadi Primadona Investor Asing
Plat Merah – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026, ditutup naik ke level 6.231. Pergerakan positif ini didorong oleh aksi beli investor asing yang memburu saham-saham perbankan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi saham mencapai Rp17,15 triliun dengan volume 35,56 miliar saham dan frekuensi 2,39 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat sebesar Rp10.860 triliun.
Saham BBRI menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp1,19 triliun. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham BBRI sebesar Rp116,7 miliar pada sesi pertama perdagangan, mendorong harga saham BBRI naik 2,6 persen ke level Rp3.050 per lembar. Tren positif ini melanjutkan aksi borong asing pada akhir pekan sebelumnya, di mana net buy BBRI mencapai Rp267,6 miliar. Secara year to date, saham BBRI masih terkoreksi 16,6 persen, namun dalam sebulan terakhir telah menguat 4,1 persen.
Selain BBRI, saham perbankan lain seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga diburu investor. BBCA mencatat nilai transaksi tertinggi mencapai Rp1,94 triliun, sementara BMRI sebesar Rp880,53 miliar. Di sektor energi, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut menopang IHSG. Sebanyak sepuluh dari sebelas sektor di BEI menguat, dengan sektor industri mencatat kenaikan terbesar 3,44 persen.
Secara teknikal, analis dari CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan target harga terdekat saham BBRI di kisaran Rp3.030 hingga Rp3.090 per lembar, dengan support di level Rp2.910. Maybank Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga hingga Rp4.422. Sementara itu, investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan net sell Rp302,8 miliar pada sesi pertama, namun aksi beli agresif pada BBRI menunjukkan kepercayaan terhadap prospek emiten perbankan BUMN ini.
Di pasar regional, bursa Asia bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 2,36 persen, Shanghai Composite naik 0,85 persen, sementara Nikkei 225 Jepang stagnan dan Straits Times Singapura turun tipis. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp17.960, melemah 75 poin.
Kesimpulannya, penguatan IHSG pada perdagangan hari ini ditopang oleh aksi beli investor asing pada saham perbankan, terutama BBRI. Meskipun secara year to date masih terkoreksi, akumulasi beli asing yang konsisten mengindikasikan optimisme terhadap pemulihan sektor perbankan domestik. Investor disarankan mencermati pergerakan teknikal dan rekomendasi analis untuk mengoptimalkan potensi keuntungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













