Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diberikan untuk Mobil dan Motor Nasional
PlatMerah.com, Jakarta – Pemerintah memastikan arah kebijakan insentif kendaraan listrik (EV) akan menyempit. Skema insentif ke depan tidak lagi diberikan secara luas, melainkan difokuskan khusus untuk mendukung program mobil dan motor listrik nasional.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan sinyal tersebut saat mengunjungi pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/7/2026). “Insentif yang akan kita berikan itu basisnya adalah mobil-mobil yang dikategorikan mobil nasional. Juga motor-motor yang dikategorikan motor nasional, ada program Molinas,” ujar Agus.
Fokus pada Produk Nasional
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem otomotif dalam negeri. Agus menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. “Saya kira sudah disampaikan oleh Pak Menko Ekon. Tinggal teman-teman ikuti saja, supaya kita satu arah, satu pandangan mengenai kebijakan insentif yang akan diberikan pemerintah,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Selasa (28/7/2026), Airlangga juga mengisyaratkan hal serupa. Pemerintah tengah menggodok skema insentif yang bertujuan ganda: menggenjot penjualan EV sekaligus memperkuat industri dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar. “Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional,” ujar Airlangga.
Detail Skema Belum Final
Hingga saat ini, pemerintah belum merilis keputusan final terkait bentuk nyata insentif dan waktu pelaksanaan regulasi anyar ini. Menperin Agus Gumiwang masih enggan membuka detail skema. Menurutnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertugas menyiapkan aspek teknis di lapangan, sementara detail skema hingga pihak yang berhak menerima insentif berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Kalau siapa yang akan menerima, nanti tanyakan ke Menko Ekon. Kami kepentingannya menyiapkan teknisnya,” tutup Agus.
Para pelaku industri otomotif yang meramaikan panggung elektrifikasi di Indonesia kini harus bersiap meracik strategi baru jika ingin tetap menikmati insentif dari pemerintah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













