Hebat! Koperasi Merah Putih Bilelando Raup Rp 133 Juta dalam 3,5 Bulan, Layani 300 Nelayan
PlatMerah.com, Lombok Tengah – Koperasi Merah Putih Bilelando di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bilelando, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatatkan kinerja gemilang. Dalam waktu hanya tiga setengah bulan operasional, koperasi ini berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp 133 juta dari berbagai unit usaha.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program pemerintah dalam memberdayakan nelayan melalui koperasi berjalan efektif. Koperasi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi juga memberikan layanan terintegrasi yang menekan biaya operasional dan menjaga kualitas hasil tangkapan.
Unit Usaha Terintegrasi di KNMP Bilelando
Pendapatan KNMP Bilelando berasal dari sejumlah unit usaha yang saling mendukung, antara lain:
- Penyimpanan berpendingin (cold storage)
- Pabrik es
- Mobil berpendingin
- Bengkel nelayan
- Kios pemasaran hasil perikanan
Fasilitas ini melayani 309 nelayan aktif. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), fasilitas seperti pabrik es, bengkel, dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan membuat kegiatan melaut lebih efisien.
“KNMP dirancang agar biaya operasional nelayan lebih efisien, kualitas hasil tangkapan terjaga, dan pendapatan mereka meningkat,” ujar Zulhas, Senin (3/8/2026).
Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan
Zulhas menambahkan, penyediaan fasilitas terintegrasi bertujuan menekan biaya operasional, menjaga mutu hasil tangkapan, dan meningkatkan pendapatan nelayan. Pemerintah memberikan perhatian yang sama kepada nelayan seperti halnya kepada petani.
“Kemarin kita fokus meningkatkan kesejahteraan petani, sekarang saatnya memberi perhatian yang sama kepada nelayan,” tandasnya.
Ekosistem Ekonomi Pesisir dan Target Pemerintah
Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP hingga 2029, dengan 1.369 kawasan ditargetkan rampung sampai akhir 2026. Hingga kini, tercatat 65 lokasi di 25 provinsi telah selesai dibangun, sementara 35 lokasi lainnya ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Di KNMP Ekas Buana, pemerintah menyediakan fasilitas rantai dingin berupa cold storage portabel, pabrik es, dan mobil berpendingin. Kawasan ini didukung 277 nelayan aktif dengan produksi perikanan mencapai 761,75 ton per tahun dan diproyeksikan menghasilkan omzet sekitar Rp 10,46 miliar per tahun dari enam unit usaha.
Testimoni Nelayan
Nelayan Desa Ekas Buana, Abdul Karim, mengaku keberadaan pabrik es dan cold storage sangat membantu. Dengan adanya fasilitas tersebut, ikan tetap segar dan hasil tangkapan dapat disimpan sebelum dijual, sehingga kualitas dan harga ikan lebih baik.
“Sekarang sudah ada pabrik es di sini, ikan tetap segar, dan cold storage bisa dipakai menyimpan hasil tangkapan sebelum dijual sehingga kualitas dan harga ikan lebih baik,” tandasnya.
Keberhasilan KNMP Bilelando menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan ekonomi pesisir melalui fasilitas terintegrasi dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan secara signifikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












