Pemprov DKI Bangun Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Ciangir, Investasi Capai Rp 1 Triliun

Pemprov DKI Bangun Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Ciangir, Investasi Capai Rp 1 Triliun

PlatMerah.com, Tangerang – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya sedang membangun Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Jakarta dengan investasi mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi

Kawasan seluas sekitar 20 hektare ini dirancang dengan konsep peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Fasilitas yang akan dibangun meliputi kandang penggemukan sapi, kandang karantina, gudang pakan dan bunker silase, laboratorium, jembatan timbang, area loading dan unloading, Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, fasilitas pengolahan daging, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, serta lahan hijauan pakan ternak cadangan.

Perumda Dharma Jaya akan mengelola kawasan ini sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta. Sistem pengelolaan modern dan berkelanjutan akan diterapkan, termasuk produksi pakan berkualitas secara mandiri dengan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas ternak.

Manfaat dan Dampak Ekonomi

Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan kawasan ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, antara lain:

  • Penyerapan tenaga kerja lokal.
  • Kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak.
  • Pemberdayaan pelaku usaha di wilayah sekitar.

Penegasan Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa lahan milik Pemprov DKI di Ciangir akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan pangan yang bermanfaat bagi masyarakat Jakarta dan Banten. Selain peternakan sapi, kawasan ini juga akan dikembangkan untuk ayam, ikan, dan urban farming.

Pramono juga membantah anggapan bahwa kawasan tersebut akan dijadikan alternatif Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Menurutnya, kawasan ini akan menjadi pusat peternakan dan budidaya yang terintegrasi, bukan tempat pembuangan sampah.

Jadwal Pembangunan

Pembangunan infrastruktur kawasan peternakan ini dijadwalkan mulai November 2026. Saat ini proyek masih dalam tahap awal yang meliputi koordinasi lintas instansi, sosialisasi, dan proses perizinan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginstruksikan dinas terkait agar pengembangan kawasan dapat dimulai paling lambat awal September 2026.

Optimisme Perumda Dharma Jaya

Perumda Dharma Jaya optimistis pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir akan memperkuat rantai pasok daging sapi yang aman, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Proyek ini menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan di DKI Jakarta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup