Permudah Layanan, IKD Dukcapil Kemendagri Raih Top Public Service Award
PlatMerah.com, Jakarta – Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dikembangkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meraih penghargaan Top Public Service Application for Ministry pada ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026. Penghargaan tersebut diserahkan CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar kepada Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Kemendagri dalam menghadirkan layanan publik yang lebih mudah dan efisien melalui transformasi digital. IKD sendiri merupakan KTP elektronik dalam bentuk digital yang tersimpan di ponsel, memuat data kependudukan, Kartu Keluarga, serta dokumen penting lainnya.
Manfaat IKD bagi Masyarakat
Dengan IKD, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi, kesehatan, perbankan, hingga pendidikan tanpa perlu membawa atau menggandakan dokumen fisik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat digitalisasi layanan publik.
Apresiasi atas Transformasi Digital
Dhimas Ginanjar menyampaikan bahwa ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada kementerian, lembaga, badan usaha, dan organisasi yang terus beradaptasi dan berinovasi menghadirkan manfaat melalui transformasi digital. Media, katanya, menjadi saksi lahirnya ide-ide baru dan keberanian perusahaan untuk berubah.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku perubahan itu,” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan acara di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (30/7/2026). Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh teknologi, tetapi juga budaya kerja dan keberanian organisasi untuk berubah.
“Yang paling penting adalah keberanian untuk berubahnya, karena apa pun teknologi yang digunakan akan sulit kalau misalkan dari budaya kerja dan perusahaannya tidak ada yang mau berubah,” tambahnya.
Tantangan Era Digital
Dhimas juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Setiap organisasi dituntut untuk terus belajar dan tidak cepat berpuas diri. “Bagi kami, digital ini sebuah maraton yang mungkin tidak ada garis finisnya. Saat ini kita mungkin tahu apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi era digital, tapi besok ketika tiba-tiba ada teknologi baru, ada algoritma baru, kita seakan memulainya lagi dari nol. Tapi ya itu adalah tantangan yang harus kita lewati,” tandasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Komunikasi dan Media Massa Molly Prabawaty yang mewakili Menteri Komdigi Meutya Hafid, Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana, serta para perwakilan kementerian/lembaga, BUMN, dan perusahaan swasta penerima penghargaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













