Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
PlatMerah.com, Bali – Indonesia melepas ekspor 3,5 ton salak produksi PT Bali Organik Subak (BOS) ke China. Pelepasan ekspor senilai USD 13 ribu atau sekitar Rp 232,93 juta ini dilakukan di The Keranjang Bali, Kabupaten Badung, Bali.
Fakta Utama Ekspor Salak ke China
Ekspor salak ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bisnis ekspor senilai USD 2 juta yang diraih dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai pada Mei 2026. Keberhasilan ini menegaskan bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang mampu menembus pasar global.
Peran Pemerintah dan Pelaku Usaha
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan bahwa setiap upaya promosi dan diplomasi perdagangan harus berujung pada transaksi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan perekonomian nasional. Keberhasilan ini juga mencerminkan meningkatnya daya saing komoditas unggulan Indonesia di pasar dunia.
Roro menambahkan bahwa China kini menjadi pasar utama ekspor salak Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai USD 4,1 juta pada 2025, naik dari peringkat ketiga pada 2024.
Sinergi Pemangku Kepentingan
Keberhasilan ekspor juga dipengaruhi oleh sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan mitra strategis. Pemerintah membuka akses pasar melalui diplomasi perdagangan, sementara pelaku usaha menjaga kualitas produk agar memenuhi standar internasional.
Potensi Bali sebagai Penggerak Ekspor Nasional
Wamendag Roro optimistis Bali dapat menjadi motor penggerak ekspor nasional. Selain pariwisata, Bali memiliki berbagai produk unggulan mulai dari pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, hingga kerajinan berbasis budaya yang berdaya saing tinggi di pasar global.
Menurutnya, Bali harus dikenal tidak hanya sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai etalase produk unggulan Indonesia dan gerbang masuk produk nasional ke pasar internasional.
Respons Pelaku Usaha
AA Gede Wedhatama P, Pendiri PT Bali Organik Subak, mengapresiasi dukungan Kemendag dalam membuka akses pasar ekspor. Ia menyampaikan bahwa ekspor ke China merupakan hasil dari misi dagang di Shanghai yang memungkinkan bertemu langsung dengan pembeli dan mencapai kesepakatan bisnis.
Ke depannya, PT Bali Organik Subak berharap Kemendag dapat terus membuka akses pasar baru melalui misi dagang ke kawasan lainnya seperti Timur Tengah, Eropa, Australia, dan Amerika.
Konteks dan Dampak
Perkembangan ekspor salak Indonesia ke China menunjukkan peluang pasar yang terus terbuka seiring peningkatan kualitas dan daya saing produk nasional. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di perdagangan internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












