Mengapa Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Tidak Mengangkat Bitcoin Saat Utang AS Mendekati $40 Triliun

Mengapa Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Tidak Mengangkat Bitcoin Saat Utang AS Mendekati $40 Triliun

PlatMerah.com – Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang signifikan belum berhasil mengangkat harga Bitcoin, bahkan saat utang nasional AS mendekati angka $40 triliun. Dalam satu tahun terakhir, Bitcoin justru mengalami penurunan hingga 47%, sementara harga emas naik sekitar 34% sebagai aset perlindungan.

Kondisi ini berkaitan erat dengan pergerakan pasar obligasi. Setelah inflasi, obligasi Treasury AS 10-tahun kini menawarkan imbal hasil riil sebesar 2,42%, yang menjadi tolok ukur bagi aset tanpa hasil seperti Bitcoin. Bitcoin tidak memberikan bunga, sehingga imbal hasil riil obligasi menjadi pesaing utama bagi investor yang mencari keamanan dan keuntungan riil. Kenaikan imbal hasil riil ini membuat Bitcoin kurang menarik dibandingkan dengan obligasi yang lebih aman dan memberikan pengembalian nyata.

Perbandingan Kinerja Bitcoin dan Emas

Bitcoin mencapai puncaknya pada Oktober 2025 dengan harga sekitar $126.080, namun saat ini berada hampir 50% di bawah level tersebut, diperdagangkan sekitar $63.837. Sebaliknya, emas menunjukkan tren positif dengan kenaikan harga sekitar 34% menjadi sekitar $4.480 per ons. Perbedaan kinerja ini menegaskan bahwa emas masih dianggap sebagai aset lindung nilai yang lebih efektif terhadap risiko utang dan inflasi pemerintah, sedangkan Bitcoin belum mampu memenuhi fungsi tersebut dalam kondisi pasar saat ini.

Dampak Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

Penjualan obligasi Treasury AS 10-tahun baru-baru ini mencapai $42 miliar dengan tingkat hasil 4,683%, tertinggi sejak 2007. Meskipun permintaan tetap kuat, level imbal hasil yang tinggi memberikan tekanan pada pasar aset berisiko dan aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin. Hal ini menyebabkan penurunan harga Bitcoin dan memperlebar jarak kinerja antara Bitcoin dan emas.

Investor yang mencari keamanan dan imbal hasil riil kini lebih memilih obligasi pemerintah dibandingkan dengan aset digital yang volatil dan tanpa hasil. Oleh karena itu, meskipun utang AS terus meningkat, kenaikan imbal hasil obligasi tidak serta-merta mendongkrak harga Bitcoin.

Konsekuensi bagi Investor dan Pasar

Kondisi pasar saat ini mengindikasikan bahwa Bitcoin harus bersaing dengan instrumen keuangan yang menawarkan imbal hasil riil yang positif. Dalam konteks ini, Bitcoin kehilangan daya tarik sebagai aset lindung nilai yang efektif selama periode kenaikan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi nilai kekayaan mereka dari risiko inflasi dan peningkatan utang pemerintah.

Sementara itu, pasar obligasi yang sehat dan permintaan yang kuat untuk surat utang pemerintah AS menunjukkan kepercayaan investor terhadap keamanan instrumen tersebut, meskipun tingkat utang nasional semakin besar.

Situasi ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi pasar cryptocurrency, khususnya bagi investor yang mengandalkan Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai atau hedging terhadap risiko makroekonomi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup