IHSG Melesat Tersengat Sentimen Global Kebijakan Buyback Obligasi AS Sukses Pompa Bursa Asia
PlatMerah.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mencatatkan penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan Kamis, 29 Agustus 2026. Kenaikan ini mengikuti tren positif di bursa saham kawasan Asia yang terdorong oleh sentimen global dari kebijakan buyback obligasi jangka panjang yang diumumkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS).
Penguatan IHSG dan Indeks LQ45
Pada pembukaan perdagangan, IHSG melejit sebesar 53,12 poin atau 0,83 persen menuju posisi 6.447,25. Indeks LQ45, yang mewakili kelompok 45 saham unggulan, juga naik 5,06 poin atau 0,81 persen ke level 632,53. Kondisi ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pasar modal Indonesia dalam jangka pendek.
Katalis Sentimen Positif Global
Sentimen positif pasar global muncul setelah Departemen Keuangan AS menaikkan nominal alokasi buyback obligasi jangka panjang dari 2 miliar dolar AS menjadi minimal 4 miliar dolar AS per operasi. Langkah ini berhasil meredakan tekanan di pasar obligasi dan memperkuat ekuitas di pasar saham internasional. Selain itu, risalah rapat Bank Sentral AS (The Fed) menunjukkan mayoritas pejabat memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan, meskipun risiko inflasi tetap menjadi perhatian.
Namun, investor juga mewaspadai ketegangan geopolitik di jalur perdagangan energi Selat Hormuz antara AS dan Iran yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian pasar global.
Stabilitas Ekonomi Domestik Mendukung
Dari sisi domestik, fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh. Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen. Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 145,3 miliar dolar AS, yang merupakan bantalan penting bagi stabilitas ekonomi nasional.
Proyeksi dan Risiko IHSG
Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, IHSG memiliki peluang menguat menuju resistance di level 6.490-6.500. Namun, jika gagal menembus zona tersebut, potensi koreksi wajar menuju area support di kisaran 6.377-6.355 hingga 6.294-6.286 masih terbuka. Apabila IHSG berhasil melewati level 6.500, penguatan dapat berlanjut hingga 6.723.
Pergerakan Indeks Saham Regional dan Global
- Jepang (Nikkei 225): Menguat 0,95%
- Korea Selatan (Kospi): Menguat 0,90%
- Hong Kong (Hang Seng): Menguat 0,77%
- Tiongkok (Shanghai Composite): Menguat 0,54%
- Malaysia (FTSE Bursa Malaysia): Menguat 0,14%
- Amerika Serikat (S&P 500, Nasdaq, Dow Jones): Menguat 0,20%
- Inggris (FTSE 100): Menguat 0,14%
- Eropa (Euro Stoxx 50, DAX, CAC 40): Melemah tipis di kisaran -0,10% sampai -0,14%
Kebijakan Energi dan Dampaknya
Pemerintah Indonesia juga melakukan penyesuaian kuota BBM bersubsidi dari 48,43 juta kiloliter menjadi 20,09 juta kiloliter guna efisiensi anggaran energi. Asumsi harga minyak Indonesia Crude Price (ICP) ditetapkan pada 75 dolar AS per barel, yang turut mempengaruhi sentimen pasar dan stabilitas ekonomi nasional.
Kesimpulan
Penguatan IHSG didukung oleh kombinasi sentimen global yang positif dari kebijakan buyback obligasi AS dan stabilitas makroekonomi domestik yang solid. Meskipun terdapat risiko geopolitik dan potensi koreksi, prospek pasar modal Indonesia tetap optimis dengan peluang penguatan lanjutan dalam jangka menengah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













