Gempa Bumi dan Aksi Jual Asing Guncang Pasar, Tradisi Sedekah Bumi di Lereng Arjuno Tetap Menguat

Gempa Bumi dan Aksi Jual Asing Guncang Pasar, Tradisi Sedekah Bumi di Lereng Arjuno Tetap Menguat

Plat MerahBumi kembali menjadi sorotan di berbagai lini. Dari fenomena alam hingga pergerakan pasar modal, kata ‘bumi’ hadir dalam konteks yang beragam. Di Filipina, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang Mindanao dan terasa hingga Sulawesi Utara, sementara di bursa saham, investor asing ramai-ramai menjual saham emiten Grup Bakrie yang namanya juga mengandung ‘bumi’. Di sisi lain, tradisi sedekah bumi di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, justru menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur warga.

Gempa Bumi di Mindanao Terasa hingga Sulut

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,3 terjadi di Mindanao, Filipina, pada Senin (15/6/2026) pukul 17.18 Wita. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengupdate magnitudo menjadi 6,2. Episenter gempa terletak di laut, 143 km utara Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada kedalaman 93 km. Gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat subduksi lempeng Laut Filipina dengan mekanisme geser naik. Getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI di wilayah Rainis, Miangas, Naha, Tahuna, Melonguane, dan Beo. Hingga kini belum ada laporan kerusakan, dan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, menegaskan bahwa gempa tersebut bukan bagian dari gempa susulan M 7,7 yang terjadi pada 8 Juni 2026.

Pasar Modal: IHSG Melonjak, Asing Justru Jual Saham Grup Bakrie

Di tengah gempa bumi yang mengguncang kawasan timur Indonesia, pasar modal justru menunjukkan penguatan signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 5,03% ke level 6.309 pada sesi I perdagangan Senin (15/6/2026). Saham-saham tambang emas seperti BRMS, ARCI, dan ANTM berpesta, dengan BRMS menembus batas auto reject atas (ARA) naik 24,53%. Namun, di balik penguatan ini, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 107,13 miliar. Menariknya, saham emiten Grup Bakrie yang namanya identik dengan ‘bumi’ justru banyak dibuang asing. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dilego Rp 335,6 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 115 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 74,6 miliar. Padahal, saham BRMS justru menjadi salah satu penguat utama IHSG. Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan IHSG lebih disebabkan technical rebound, meskipun ada dukungan fundamental dari kebijakan moneter BI dan deeskalasi geopolitik.

Tradisi Sedekah Bumi: Merawat Kebersamaan di Lereng Arjuno

Di tengah hiruk-pikuk gempa bumi dan gejolak pasar, tradisi sedekah bumi di Lingkungan Rekesan, Kelurahan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tetap berlangsung khidmat. Ratusan warga bergotong-royong mengarak ancak berisi hasil bumi, jajanan pasar, dan lauk-pauk mengelilingi kampung. Seluruh makanan dan hasil bumi tersebut dibagikan gratis kepada masyarakat dan wisatawan. Ketua RW 05 Rekesan, Subagyo, mengungkapkan bahwa sedekah bumi merupakan wujud syukur kepada Tuhan serta media perekat sosial. Warga juga menyembelih seekor sapi sebagai ungkapan syukur. Tradisi yang digelar dua tahunan ini menjadi momentum untuk menjaga warisan leluhur dan mempererat tali kebersamaan.

Dari gempa bumi di Filipina, aksi jual saham bumi di bursa, hingga sedekah bumi di Jawa Timur, kata ‘bumi’ hadir dalam tiga peristiwa yang berbeda namun sama-sama relevan. Fenomena alam mengingatkan kita akan kekuatan bumi, pasar modal mencerminkan dinamika ekonomi yang berbasis sumber daya bumi, dan tradisi sedekah bumi menunjukkan kearifan lokal dalam merawat hubungan dengan alam dan sesama. Semua ini menjadi pengingat bahwa bumi adalah rumah bersama yang perlu dijaga dan disyukuri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup