Hasan Nasbi Jelaskan Pernyataan ‘Pemerintah Boleh Kritik Aktivis’: Harusnya Kita Bersatu
PlatMerah.com, Jakarta – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, angkat bicara terkait pernyataannya yang menyebut pemerintah juga boleh mengkritik aktivis. Pernyataan itu sebelumnya sempat menjadi perbincangan hangat dan menuai kritik dari berbagai pihak.
Hasan menegaskan bahwa pernyataannya tersebut bukan ditujukan untuk meredam kritik, melainkan sebagai pengingat agar seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan optimisme. Ia juga mengaitkan pernyataannya dengan istilah ‘Londo Ireng’ yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto.
Klarifikasi Hasan Nasbi
Hasan Nasbi memberikan klarifikasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (3/1). Ia menjelaskan bahwa istilah ‘Londo Ireng’ hanyalah kiasan untuk sebagian kelompok yang dinilai lebih suka menciptakan kegaduhan dan pesimisme.
“Mengkritik Londo Ireng boleh, dong. Kan enggak ditujukan ke rakyat secara umum. Itu kan ke kelompok-kelompok kritis yang kita duga sebagai Londo Ireng, bukan untuk masyarakat secara umum,” kata Hasan kepada wartawan.
Ia menambahkan, “Itu kan istilah aja untuk sebagian orang yang sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita.”
Pemerintah dan Aktivis: Kritik yang Sehat
Hasan juga menyoroti adanya sebagian kelompok yang berprofesi di bidang yang sama dengan pemerintah, yaitu menyampaikan informasi kepada publik. “Mereka kan ada yang berprofesi seolah-olah sama-sama kita,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pernyataannya dimaksudkan sebagai pengingat agar semua pihak bersatu, tidak memperbanyak kegaduhan, tetapi justru memperbanyak kekompakan. “Buat kita ini sebagai pengingat aja, bahwa harusnya kan kita bersama-sama bersatu. Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan,” tutur Hasan.
Pentingnya Optimisme dan Kepercayaan Diri
Menurut Hasan, Indonesia membutuhkan lebih banyak optimisme dan kepercayaan diri agar dapat bergerak lebih cepat menuju kemajuan. “Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita, dan menghilangkan rasa-rasa pesimis. Sehingga kita bisa maju lebih cepat,” pungkasnya.
Pernyataan Hasan ini muncul di tengah dinamika politik nasional yang memanas. Istilah ‘Londo Ireng’ yang digunakan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menuai pro dan kontra di masyarakat. Sebagian menilai istilah tersebut tidak tepat, sementara yang lain mendukung maksud Presiden untuk menjaga stabilitas dan optimisme bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













