Purbaya Buka Suara soal Defisit APBN, Utang Baru, dan Isu Mundur dari Kabinet Prabowo

Purbaya Buka Suara soal Defisit APBN, Utang Baru, dan Isu Mundur dari Kabinet Prabowo

Plat Merah – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah isu besar menerpa Kementerian Keuangan dalam sepekan terakhir. Mulai dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai Rp 180,4 triliun, penarikan utang baru senilai Rp 386 triliun, hingga rumor pengunduran dirinya dari Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Dalam konferensi pers APBN KiTA, Jumat (5/6/2026), Purbaya memberikan klarifikasi sekaligus menegaskan komitmennya mengelola fiskal di tengah tekanan pasar.

Purbaya mengungkapkan bahwa realisasi APBN hingga Mei 2026 mencatat defisit sebesar Rp 180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini terjadi karena pendapatan negara yang mencapai Rp 1.185 triliun (tumbuh 19,1 persen year on year) masih lebih kecil dibanding belanja negara sebesar Rp 1.365 triliun (tumbuh 34,4 persen yoy). Meski defisit masih di bawah batas aman 3 persen PDB, pasar bereaksi negatif setelah data defisit kuartal I mencapai 0,9 persen, memicu kekhawatiran defisit tahunan bisa melampaui ambang batas.

Untuk menutup defisit, pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menarik utang baru sebesar Rp 386 triliun hingga Mei 2026, atau 46,4 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp 832,2 triliun. Purbaya memastikan realisasi pembiayaan ini masih sesuai rencana meskipun pasar keuangan global tidak menentu. “Defisit APBN sampai Mei tercatat sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB,” ujarnya dalam konferensi pers tersebut.

Tak hanya soal fiskal, Purbaya juga menanggapi isu penggunaan dana pribadi Presiden Prabowo untuk menambah biaya perjalanan dinas luar negeri. Menurut Purbaya, secara logika tidak ada larangan bagi pejabat negara untuk menggunakan uang pribadi guna menutupi kekurangan biaya perjalanan. “Kalau saya punya duit, saya pergi nombok enggak boleh? Secara logika kan boleh saja kalau mau nombok,” katanya. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh anggaran perjalanan dinas Presiden telah dialokasikan dalam APBN sesuai PMK Nomor 66 Tahun 2020, meskipun rinciannya bersifat rahasia.

Isu lain yang tak kalah hangat adalah rumor pengunduran diri Purbaya dari kabinet. Dalam kesempatan terpisah, Purbaya mengaku heran dengan isu yang menyebar masif tersebut. “Mundur? Saya sukanya maju. Saya nggak tahu gosip itu dari mana mulai timbul. Itu masif disebar ke semua media,” ujarnya. Ia menduga ada pihak yang memelintir informasi dari dokumen rapat yang diikutinya bersama Presiden Prabowo sehingga menimbulkan kesimpulan yang keliru. Purbaya menegaskan tidak pernah ada pembahasan mengenai pengunduran dirinya dan ia tetap berkomitmen menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan hingga menyentuh level 5.500 pada Jumat (5/6/2026), turun 4,2 persen. Purbaya mengaku bingung dengan kondisi ini karena fundamental fiskal sebenarnya masih baik. Ia menilai kepanikan pasar dipicu oleh persepsi negatif terhadap defisit APBN yang dianggap bisa melampaui batas 3 persen. “Saya juga agak bingung sebenarnya apa yang terjadi. Jadi kelihatannya kesan bahwa fiskal kurang baik pelaksanaannya,” ungkapnya. Purbaya berharap pasar dapat melihat data secara utuh dan tidak terjebak pada asumsi yang keliru.

Dengan berbagai isu yang membelit, Purbaya tetap optimistis bahwa pengelolaan fiskal akan berjalan sesuai target. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit tetap terkendali sambil terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup