Topan Noul Hantam Hong Kong dan China Selatan: Ratusan Penerbangan Batal, 900.000 Warga Dievakuasi
Plat Merah – Topan Noul, yang merupakan badai terkuat yang melanda China tahun ini, menerjang Hong Kong dan wilayah pesisir Guangdong pada akhir pekan lalu, menyebabkan kekacauan transportasi dan evakuasi massal. Di Hong Kong, dampak dari hong kong typhoon noul sangat terasa saat Bandara Internasional Hong Kong membatalkan ratusan penerbangan, membuat sekitar 2.000 penumpang terdampar di terminal. Otoritas bandara melaporkan bahwa dari 675 penerbangan yang dijadwalkan pada Minggu, 350 di antaranya terpaksa dibatalkan akibat cuaca buruk. Penumpang terpaksa bermalam di ruang tunggu, duduk di troli bagasi, atau tidur di bangku sambil memantau status penerbangan mereka. Meskipun layanan Airport Express kembali beroperasi pada pukul 09.00 waktu setempat, otoritas bandara memperkirakan operasional baru akan normal pada Senin pagi.
Sementara itu, di Guangdong, China daratan, hong kong typhoon noul juga memicu evakuasi besar-besaran. Sekitar 900.000 warga yang tinggal di daerah dataran rendah dipindahkan ke tempat aman sebelum badai mencapai daratan pada Minggu dini hari. Topan Noul mendarat di Pinghai, Kabupaten Huidong, dengan kekuatan dahsyat yang melanda kota-kota seperti Shenzhen, Huizhou, dan Shanwei. Sebanyak 15 kota yang paling parah terkena dampak menghentikan kegiatan sekolah, konstruksi, produksi, transportasi, dan bisnis untuk mengurangi risiko kecelakaan. Otoritas setempat menurunkan status tanggap darurat dari Level II menjadi Level IV pada Senin, setelah badai mulai melemah.
Jaringan transportasi mulai pulih secara bertahap. Jalan tol di Guangdong yang sebelumnya ditutup kini telah dibuka kembali, dan layanan kereta api mulai beroperasi normal. Kereta Beijing-Guangzhou telah beroperasi penuh sejak Senin pukul 08.00, sementara Kereta Beijing-Kowloon diperkirakan pulih pada pukul 14.00, dan Kereta Ganzhou-Shaoguan pada pukul 20.00. Pelabuhan di Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao juga mulai beroperasi parsial sejak Senin siang. Namun, dampak hong kong typhoon noul tidak berhenti di situ. Hujan deras yang dibawa badai memicu tanah longsor di beberapa daerah, termasuk di Situs Warisan Dunia Jiuzhaigou di Sichuan. Pada 27 Juli, wisatawan dievakuasi dari kawasan tersebut setelah tanah longsor menutup akses ke beberapa lembah. Otoritas China mengeluarkan peringatan merah untuk banjir bandang di tujuh provinsi, termasuk Jiangxi, Hunan, Guangdong, Sichuan, Shaanxi, Gansu, dan Xinjiang tenggara.
Di tengah pemulihan, otoritas bandara Hong Kong mencatat sekitar 70 penerbangan masih berhasil mendarat antara Sabtu malam hingga Minggu siang, meskipun Observatorium Hong Kong mengeluarkan sinyal badai No. 8 dan No. 9. Untuk mempercepat pemulihan, ketiga landasan pacu bandara akan dioperasikan sepanjang malam jika diperlukan. Sementara itu, di Guangdong, 338 waduk telah melepaskan total 1,22 miliar meter kubik air untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan pengendalian banjir. Topan Noul adalah topan ke-12 tahun ini dan yang pertama menghantam Guangdong. Ini juga yang terkuat dalam satu dekade terakhir di wilayah timur Muara Sungai Mutiara.
Kesimpulannya, Topan Noul telah menyebabkan gangguan besar di Hong Kong dan China selatan, namun upaya pemulihan berjalan cepat. Evakuasi massal berhasil menyelamatkan ribuan jiwa, dan infrastruktur transportasi mulai berfungsi kembali. Meskipun demikian, risiko banjir bandang dan tanah longsor masih mengancam sejumlah wilayah, mengingat curah hujan tinggi masih berlanjut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













