Kelompok Houthi Dituduh Serang dan Tenggelamkan Kapal India di Laut Merah
PlatMerah.com – Sebuah kapal berbendera India, MSV Faize Noore Oliya, dilaporkan tenggelam di Laut Merah pada Selasa (18/8/2026). Kapal ini diserang saat berada di sebelah selatan pelabuhan kota Hodeida, Yaman. Seluruh 14 kru kapal yang terdiri dari 13 pelaut India dan 1 warga Yaman berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai Yaman di kota Mokha.
Fakta Utama Serangan Kapal
Pemerintah Yaman melalui media lokal Saba menuding kelompok milisi Houthi sebagai pelaku utama di balik serangan yang menyebabkan kapal tersebut tenggelam. Kapal tersebut terkena proyektil di perairan dekat Yaman yang secara langsung mengancam keselamatan pelayaran komersial di wilayah tersebut.
Menteri Perkapalan India, Sarbananda Sonowal, mengecam keras serangan yang tidak diprovokasi ini dan menegaskan pentingnya keamanan jalur pelayaran internasional bagi perdagangan global. India sendiri merupakan salah satu negara dengan jumlah pelaut terbesar di dunia, dengan sekitar 320 ribu pelaut yang bertugas di berbagai kapal pada tahun 2025.
Konteks Keamanan Laut Merah
Laut Merah kini menjadi jalur pelayaran strategis yang semakin penting setelah Iran memblokade Selat Hormuz, salah satu jalur utama pengangkutan minyak dunia. Perang yang berkepanjangan di Timur Tengah juga memperparah ketegangan di kawasan ini. Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi menjadi alternatif utama untuk melayani pelayaran internasional agar menghindari risiko di Selat Hormuz.
Sementara itu, kelompok Houthi telah mengumumkan pemblokadean jalur laut Arab Saudi sejak bulan lalu. Mereka juga telah melancarkan sejumlah serangan yang menargetkan kapal tanker dan infrastruktur penting di kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran internasional mengenai keselamatan pelayaran dan stabilitas perdagangan global.
Dampak dan Respons Internasional
Serangan terhadap kapal MSV Faize Noore Oliya meningkatkan ketegangan di Laut Merah dan menyoroti risiko yang terus berkembang di jalur pelayaran strategis ini. Pemerintah India melalui juru bicara Urusan Luar Negeri, Randhir Jaiswal, menegaskan bahwa penargetan kapal komersial harus dihentikan untuk menjaga kelancaran dan keamanan perdagangan internasional.
Insiden ini juga menjadi peringatan bagi komunitas internasional agar meningkatkan pengawasan dan kerja sama dalam mengamankan jalur pelayaran di kawasan yang rawan konflik. Keamanan laut menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik regional maupun global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













