Bhabinkamtibmas Desa Pergung Dampingi Posyandu, Tingkatkan Layanan Kesehatan Balita dan Lansia

Bhabinkamtibmas Desa Pergung Dampingi Posyandu, Tingkatkan Layanan Kesehatan Balita dan Lansia

Latar Belakang Keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam Kesehatan Masyarakat

Plat Merah – Sejak diluncurkan pada 2016, program Bhabinkamtibmas (Bhabinkamtibmas) menekankan peran polisi sebagai mitra komunitas, bukan sekadar penegak hukum. Di daerah pedesaan seperti Pergung, Kediri, Jembrana, kehadiran mereka menjadi jembatan penting antara aparat keamanan dan warga, khususnya dalam program layanan sosial seperti posyandu. Posyandu, sebagai wujud kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kesejahteraan lansia, membutuhkan dukungan logistik, keamanan, dan kepercayaan masyarakat—semua hal yang dapat dipenuhi oleh Bhabinkamtibmas.

Rangkaian Kegiatan Posyandu di Balai Banjar Dauh Pasar, 6 Juli 2026

Pada Senin, 6 Juli 2026, Bhabinkamtibmas Desa Pergung yang dipimpin oleh Aiptu I Putu Oka Sandiyasa bersama Babinsa Desa Pergung Sertu I Made Budi Ardita serta personel Polprades menyiapkan arena Posyandu di Balai Banjar Dauh Pasar. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan sambutan Kepala Desa dan dilanjutkan oleh Kapolsek Mendoyo, Bpk. I Wayan Suparman, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor.

Data Peserta dan Layanan

KelompokJumlah PesertaLayanan Utama
Balita (0‑5 th)25Imunisasi, penimbangan, pengukuran tinggi & lingkar kepala
Lansia (≥60 th)20Pemeriksaan tekanan darah, cek kesehatan umum
Orang Tua/ Pengasuh15Konseling gizi, edukasi imunisasi

Rangkaian Layanan Medis

  • Imunisasi wajib (BCG, Polio, DPT) diberikan oleh dr. I Made Ari Putra Astawa, dokter Puskesmas I Mendoyo.
  • Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita dilakukan oleh Bidan Ni Komang Indah Sari bersama kader Posyandu.
  • Pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan fisik lansia dilaksanakan oleh tim medis Puskesmas.
  • Distribusi makanan tambahan: bubur kacang hijau, ayam krispi untuk balita; bubur kacang hijau plus vitamin untuk lansia.

Kronologi Singkat Kegiatan

  1. 07:30 – Persiapan lokasi, pemasangan tenda, dan briefing Bhabinkamtibmas.
  2. 08:00 – Registrasi peserta oleh kader Posyandu.
  3. 08:30 – Penyuluhan gizi untuk orang tua oleh Bidan Ni Komang Indah Sari.
  4. 09:00 – Pelayanan imunisasi dan pemeriksaan balita.
  5. 10:00 – Pemeriksaan kesehatan lansia dan pengukuran tekanan darah.
  6. 11:00 – Distribusi makanan tambahan dan vitamin.
  7. 11:30 – Penutupan, sambutan Kapolsek, dan foto bersama.

Dampak Langsung Bagi Masyarakat Pergung

Keberadaan Bhabinkamtibmas di Posyandu memberikan rasa aman yang meningkatkan partisipasi warga. Data lapangan menunjukkan peningkatan kehadiran 30 % dibandingkan posyandu serupa tanpa pendampingan keamanan. Bagi balita, imunisasi tepat waktu menurunkan risiko penyakit menular, sementara pemantauan gizi mengidentifikasi 12 % anak yang memerlukan intervensi gizi tambahan. Lansia yang rutin diperiksa tekanan darah dapat mencegah komplikasi hipertensi, sebuah masalah kesehatan yang signifikan di wilayah pedesaan.

Implikasi Kebijakan dan Sinergi Lintas Sektor

Keberhasilan acara ini menjadi contoh konkret bagaimana Polri dapat berperan dalam program kesehatan publik. Implikasi utama meliputi:

  • Penguatan Trust Building: Interaksi positif meningkatkan kepercayaan warga terhadap aparat keamanan, mempermudah upaya penegakan hukum di kemudian hari.
  • Model Kolaborasi: Polri, Puskesmas, dan kader Posyandu menciptakan jaringan respons cepat terhadap isu kesehatan dan keamanan.
  • Pengoptimalan Sumber Daya: Bhabinkamtibmas dapat mengoptimalkan penggunaan fasilitas umum (balai banjar) sebagai pusat layanan terpadu.
  • Replikasi Program: Pemerintah daerah dapat meniru model ini di desa lain, terutama di wilayah dengan tingkat kejahatan rendah namun kebutuhan layanan kesehatan tinggi.

Harapan Kedepan dan Rencana Tindak Lanjut

Kapolsek Mendoyo menegaskan komitmen untuk menjadikan kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai agenda rutin setiap bulan. Rencana kedepannya meliputi:

  • Peningkatan kapasitas pelatihan Bhabinkamtibmas mengenai dasar-dasar kesehatan masyarakat.
  • Pengadaan peralatan medis ringan (tensiometer, timbangan digital) yang dapat dipinjamkan ke Posyandu.
  • Integrasi data kesehatan balita dan lansia ke dalam sistem informasi kepolisian, guna memantau tren kesehatan dan keamanan secara bersamaan.
  • Program edukasi bersama guru sekolah dasar untuk menumbuhkan budaya hidup sehat sejak dini.

Penutup

Posyandu di Pergung pada 6 Juli 2026 tidak hanya berhasil menyelesaikan agenda medis, melainkan juga menegaskan peran strategis Bhabinkamtibmas dalam memperkuat jaringan sosial‑ekonomi desa. Dengan sinergi yang terus terjaga, harapannya layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak keluarga, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup