Kata Dokter Forensik soal Lebam di Tubuh Eks Istri Brigadir ISH Bukan Kekerasan
PlatMerah.com, Medan – Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Mistar Ritonga, menegaskan bahwa lebam pada tubuh mantan istri Brigadir ISH, berinisial WLG, bukan merupakan tanda kekerasan melainkan fenomena lebam mayat. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan luka-luka lebam yang ditemukan di punggung, kaki, dan jari korban yang kebiru-biruan.
Penjelasan Dokter Forensik tentang Lebam Mayat
Mistar menjelaskan lebam mayat adalah penumpukan cairan darah di bagian tubuh yang berada di posisi terbawah akibat gravitasi. Hal ini berbeda dengan lebam akibat kekerasan yang biasanya terjadi pada area benturan. Lebam yang ditemukan di tubuh WLG, termasuk pada mata, juga bukan karena kekerasan. Luka tembak yang mengenai korban mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di sirkulus Willis yang menyebabkan hematoma atau penumpukan darah di kelopak mata.
“Itu fisiologis dan berbeda dengan lebam yang disebabkan kekerasan. Lokasinya pun pada posisi terbawah dan warnanya sama karena darah yang terkumpul,” ujar Mistar saat ditemui di Polrestabes Medan.
Proses Autopsi dan Temuan Lainnya
Autopsi dilakukan secara menyeluruh mulai dari kepala hingga perut dan melibatkan jahitan kembali setelah pemeriksaan. Mistar menyebut terdapat bekas luka lama pada tangan kiri WLG, namun tidak ditemukan bekas cekikan. Bekas luka lama tersebut, menurut Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, merupakan hasil perlakuan korban terhadap dirinya sendiri dan telah didalami oleh tim kepolisian.
Kesimpulan Dugaan Bunuh Diri
Berdasarkan hasil laboratorium forensik, autopsi, dan keterangan saksi, kepolisian menyimpulkan kematian WLG akibat bunuh diri dengan menggunakan senjata api milik mantan suaminya, Brigadir ISH. Korban ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, Kota Medan pada Minggu, 28 Juli 2026.
Konteks dan Pentingnya Pemeriksaan Forensik
Penjelasan medis dari dokter forensik ini memberikan kejelasan terkait dugaan kekerasan yang sempat mencuat. Pemeriksaan yang akurat dan menyeluruh membantu mengungkap fakta sebenarnya, memperkuat hasil penyelidikan kepolisian, dan mencegah kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













