Kabut Asap Karhutla Selimuti Pagaralam, Dinkes Bagikan Masker dan Waspadai ISPA

Kabut Asap Karhutla Selimuti Pagaralam, Dinkes Bagikan Masker dan Waspadai ISPA

PlatMerah.com, Pagaralam – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menyelimuti Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengambil berbagai langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada masyarakat dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dapat timbul akibat paparan polusi udara.

Antisipasi Dini untuk Kesehatan Masyarakat

Meskipun hingga 27 Agustus 2026 belum ditemukan laporan warga yang terkena ISPA, Kepala Dinkes Kota Pagaralam, Ali Akbar Fitriansah, menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak awal. Paparan asap dalam jangka waktu tertentu berpotensi mengganggu sistem pernapasan, sehingga edukasi dan pembagian masker menjadi langkah utama.

Pelaksanaan Langkah Pencegahan

Berbagai puskesmas di Pagaralam aktif turun langsung ke masyarakat untuk membagikan masker dan memberikan edukasi mengenai bahaya kabut asap dan cara melindungi diri. Beberapa kegiatan dilakukan di kawasan strategis seperti Jam Gadang dan wilayah kerja Puskesmas Gunung Dempo, Bumi Agung, Pengandonan, Bandar, Sidorejo, dan Pengaringan.

  • Pembagian masker secara langsung kepada warga.
  • Sosialisasi dan penyuluhan mengenai risiko paparan kabut asap.
  • Promosi kesehatan melalui media sosial dan kegiatan komunitas.
  • Pelibatan tim kesehatan lingkungan dan Tim Gerakan Respon Cepat (GeRCAP), Tim TGC, serta Tim SKUDR dalam pencegahan.

Pemantauan Kualitas Udara dan Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan

Dinkes juga memperkuat pemantauan kualitas udara dalam ruangan melalui program Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang (SKUDR) yang melibatkan tenaga sanitasi lingkungan di setiap puskesmas. Surveilans ini menyasar sekitar 30 rumah tangga per puskesmas untuk memantau kondisi udara sekaligus memberikan edukasi yang tepat.

Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit tetap disiagakan untuk merespons keluhan kesehatan masyarakat, terutama yang mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas.

Imbauan untuk Masyarakat

Dinkes Pagaralam mengimbau masyarakat, khususnya kelompok yang rentan seperti bayi, balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pasien dengan penyakit jantung atau asma, untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Jika kabut asap semakin pekat, disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menutup jendela serta ventilasi agar asap tidak masuk ke dalam rumah.

Apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, warga diharapkan segera memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Upaya Pemerintah Daerah dalam Menangani Karhutla

Langkah-langkah yang dilakukan Dinkes Kota Pagaralam ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mencegah dampak serius kabut asap Karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Pencegahan sejak dini diharapkan dapat menekan risiko gangguan pernapasan dan memastikan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan tetap optimal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup