Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel

Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel

PlatMerah.com, Jakarta – Ulos, kain tradisional khas Sumatra Utara, menjadi pusat perhatian dalam penutupan hari keempat Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 pada Sabtu, 18 Agustus 2026. Berbagai desainer ternama mempersembahkan koleksi adibusana yang menggabungkan nilai tradisi Ulos dengan sentuhan modern, terutama melalui penggunaan warna pastel yang segar dan elegan.

Transformasi Ulos di Panggung IFW 2026

Deretan koleksi dari desainer seperti Poppy Dharsono, Nita Seno Adji X STHYA, Tobatenun, Jabu Bonang, TENUN by Viviana Butik, Ruma Batak, hingga Yuni Pohan X Torang Sitorus menampilkan interpretasi baru wastra Ulos. Mereka berhasil menghadirkan busana berkelas yang tetap mempertahankan identitas budaya Batak. Motif tradisional dipadukan dengan potongan modern dan palet warna pastel yang memberi nuansa kontemporer dan relevan dengan tren fesyen masa kini.

Ulos Simetria: Keseimbangan Tradisi dan Inovasi

Poppy Dharsono, Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden IFW, menegaskan pentingnya eksplorasi wastra Nusantara, khususnya Ulos, agar warisan budaya ini tetap hidup dan diminati generasi muda. Tema “Ulos Simetria” yang diangkat IFW 2026 menggarisbawahi keseimbangan antara tradisi dan inovasi, serta kemampuan industri mode Indonesia dalam memadukan kekayaan budaya lokal dengan pasar global.

Kolaborasi BTN dan APPMI Dukung Industri Kreatif

Gelaran BTN Prioritas The Grand Gala yang digelar bersamaan menunjukkan sinergi antara dunia perbankan, industri kreatif, dan budaya. Direktur Network Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menyatakan acara ini sebagai penghargaan kepada nasabah BTN Prioritas dan apresiasi kepada desainer yang mengangkat identitas Indonesia melalui karya inovatif. Kolaborasi ini juga membuka ruang baru dalam mempromosikan wastra Indonesia ke masyarakat luas sekaligus memperkuat daya saing industri mode nasional di kancah internasional.

Makna dan Filosofi Ulos dalam Busana Modern

Penggiat wastra Batak seperti Torang Sitorus, Anung Kamaswara (Jabu Bonang), Hullia Ratu Tiara (House of Djuita), dan Yuni Pohan (Ketua BPD APPMI Sumatera Utara) turut berpartisipasi dengan koleksi yang mengusung nilai budaya, teknik tradisional, dan prinsip keberlanjutan. Ulos tidak sekadar kain tradisional, melainkan simbol kehangatan dan warisan budaya masyarakat Batak yang kini semakin diterima luas oleh masyarakat Indonesia.

Warna Pastel Mendekatkan Ulos dengan Generasi Muda

Warna pastel menjadi benang merah dalam pertunjukan ini, memberikan kesan lembut dan modern. Kolaborasi dari berbagai desainer menampilkan Ulos versi baru yang lebih ringan dan kontemporer. Hullia Ratu Tiara menjelaskan bahwa inovasi warna pastel bertujuan untuk mendekatkan Ulos dengan generasi muda, khususnya Gen Z, tanpa menghilangkan makna budaya yang melekat selama ratusan tahun.

Dampak dan Potensi Ekonomi Kreatif

Anung Kamaswara menilai perhatian yang meningkat terhadap wastra Sumatra Utara menunjukkan sinyal positif untuk pelestarian budaya sekaligus pertumbuhan ekonomi kreatif. Permintaan tinggi terhadap produk berbahan Ulos membuka peluang besar bagi pengembangan usaha penenun, perajin, dan pelaku industri fesyen lokal. Transformasi Ulos di IFW 2026 menandai evolusi kain adat menjadi material fesyen yang fleksibel melalui eksplorasi warna, pewarna alami, dan teknik pengolahan modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup