Saat Ijazah S1 Tak Lagi Jaminan, Cerita Sarjana Jualan Sempol hingga Jaga Toko
PlatMerah.com – Ijazah sarjana kini tidak selalu menjadi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Fenomena overeducated, dimana lulusan pendidikan tinggi bekerja di posisi yang berada di bawah kualifikasinya, semakin marak di berbagai daerah di Indonesia.
Fenomena Overeducated dan Realitas Pasar Kerja
Banyak lulusan perguruan tinggi negeri yang menghadapi keterbatasan lapangan kerja sesuai dengan bidang studi mereka. Akibatnya, sejumlah sarjana terpaksa menurunkan standar pekerjaan dan mengambil berbagai pekerjaan kasar atau pekerjaan lepas harian demi bertahan hidup.
Kisah Dwi: Dari Wartawan ke Penjual Sempol
Dwi, 34 tahun, lulusan filsafat dari sebuah perguruan tinggi negeri di Jawa, mengalami ketidakpastian karier setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai jurnalis karena kondisi keuangan perusahaan memburuk. Pandemi COVID-19 memaksa Dwi pulang ke kampung halaman dan berjuang mencari pekerjaan formal sesuai latar belakang pendidikan namun tidak berhasil.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Dwi mengambil berbagai pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan, termasuk menjadi sales di startup, berjualan air mineral dan sempol ayam, tenaga lapangan pemasangan baliho pada Pilkada, hingga pengemudi ojek online. Namun, keterbatasan kesehatan dan persaingan kerja membuatnya sulit bertahan di pekerjaan tersebut.
Saat ini, Dwi kembali ke Jakarta dan mengandalkan pendapatan istrinya serta mengambil pekerjaan freelance di bidang pembuatan konten sambil mengasah keterampilan digital marketing melalui bootcamp, dengan harapan membangun agensi sendiri.
Kisah Lia: Sarjana Komunikasi yang Bekerja di Butik Hijab
Lia, 26 tahun, lulusan komunikasi dan penyiaran Islam, juga menghadapi kenyataan serupa. Setelah lulus pada 2022, Lia bekerja di toko hijab dan butik di Banda Aceh dengan peran sebagai content creator, admin media sosial, dan sales promotion girl (SPG). Pekerjaan ini tidak membutuhkan ijazah S1 dan penghasilannya pun di bawah standar upah minimum.
Lia menganggap pekerjaan ini sebagai batu loncatan sambil menunggu kesempatan mengikuti seleksi CPNS di Kementerian Agama. Dukungan keluarga menjadi motivasi untuk terus berjuang agar biaya pendidikan tinggi yang telah dikeluarkan tidak sia-sia.
Data dan Dampak Fenomena Overeducated
Berdasarkan riset yang dirilis LPEM FEB UI pada Juli 2026, sekitar 8 juta lulusan dari sarjana hingga doktor mengalami overeducated, terutama pada pekerjaan di bidang administrasi dan pelayanan. Pertumbuhan lapangan kerja di sektor pelayanan dan penjualan yang lebih cepat dibandingkan pekerjaan yang membutuhkan pendidikan tinggi menjadi salah satu faktor penyebab fenomena ini.
Fenomena ini menandakan ketidakseimbangan antara jumlah lulusan pendidikan tinggi dan kesempatan kerja yang tersedia sesuai kualifikasi. Kondisi ini menimbulkan tantangan sosial dan ekonomi, seperti pengangguran terselubung dan potensi ketidakpuasan kerja di kalangan lulusan sarjana.
Upaya Menghadapi Tantangan Pasar Kerja
- Menurunkan standar pencarian kerja untuk mendapatkan penghasilan sementara.
- Mengembangkan keterampilan tambahan, seperti digital marketing, agar lebih kompetitif.
- Mengambil pekerjaan di sektor informal sebagai solusi sementara.
- Menunggu peluang pekerjaan formal melalui jalur CPNS atau instansi pemerintah lain.
Perlu adanya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja yang sesuai dengan kualifikasi lulusan dan meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.
Kesimpulan
Situasi saat ini menunjukkan bahwa ijazah S1 tidak lagi menjadi jaminan utama dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Cerita sarjana yang bekerja di luar bidang keahlian seperti jualan sempol dan jaga toko menggambarkan tantangan nyata di pasar kerja Indonesia. Diperlukan strategi yang komprehensif untuk mengatasi fenomena overeducated demi menciptakan peluang kerja yang layak dan sesuai dengan kemampuan lulusan perguruan tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












