Sudaryono Ungkap PR MBG Selesaikan 414 SPPG Gaib, 6 Juta Data Penerima Dobel

Sudaryono Ungkap PR MBG Selesaikan 414 SPPG Gaib, 6 Juta Data Penerima Dobel

PlatMerah.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkapkan adanya permasalahan signifikan dalam pendataan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait sekitar 6 juta data penerima yang tercatat ganda. Temuan ini menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan akurasi dan efektivitas program tersebut.

Temuan Data Penerima Ganda dalam Program MBG

Sudaryono menjelaskan bahwa data ganda ini sebagian besar terjadi karena satu nama tercatat di dua atau lebih sekolah, terutama pada murid pesantren yang sekaligus bersekolah di tempat lain. Kondisi ini menyebabkan data penerima makanan bergizi tercatat lebih dari sekali dalam sistem.

Meski jumlah data ganda mencapai 6 juta, Sudaryono menegaskan bahwa angka tersebut tidak berarti penerima mendapatkan makanan dua kali lipat. Beberapa data juga berasal dari dapur SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi) yang belum beroperasi tapi sudah masuk dalam sistem pendataan.

Pengembalian Dana dari 414 SPPG Gaib

Selain persoalan data ganda, BGN menemukan 414 dapur SPPG yang diduga belum beroperasi secara fisik namun sudah tercatat dan menerima alokasi dana. Dana yang telah masuk ke rekening virtual account (VA) untuk dapur-dapur ini kemudian ditarik kembali sebesar Rp 311 miliar.

Penarikan dana dilakukan sebagai langkah korektif untuk memastikan anggaran program MBG digunakan secara tepat sasaran dan efektif dalam memberikan manfaat kepada penerima yang benar-benar membutuhkan.

Konsekuensi dan Langkah Selanjutnya

Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan data yang akurat dan valid dalam program sosial seperti MBG. Ketidaktepatan data dapat berimbas pada pemborosan anggaran dan ketidakadilan dalam distribusi bantuan.

Dengan adanya koreksi data dan penarikan dana dari SPPG yang tidak beroperasi, diharapkan kualitas pelaksanaan program MBG dapat meningkat, sehingga sasaran penerima dapat terlayani dengan baik dan anggaran negara digunakan secara efisien.

Upaya ini juga menegaskan komitmen pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional, dalam melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan program pangan dan gizi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup