Sekda Sintang Tunjuk Hidung Menhut Raja Juli soal Karhutla, Kemenhut: Semua Pihak Harus Bahu-Membahu
PlatMerah.com, Sintang – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menjadi sorotan setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Sintang, Kartiyus, menyinggung Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni terkait kinerja dan perhatian terhadap petugas di lapangan.
Dalam sebuah video yang beredar luas, Kartiyus secara tegas meminta Menhut Raja Juli agar lebih memperhatikan kebutuhan petugas pemadam karhutla, khususnya anggota Manggala Agni, yang dianggap kurang mendapat dukungan, termasuk masalah logistik dan makan. Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga dan memelihara hutan tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah daerah, melainkan harus menjadi perhatian serius kementerian.
Fakta Utama dari Pernyataan Sekda Sintang
- Sekda Sintang menyoroti kurangnya perhatian Menhut Raja Juli terhadap petugas pemadam karhutla di lapangan.
- Ia menegaskan bahwa Menhut harus turun tangan langsung dan tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada bupati.
- Permintaan agar pemerintah pusat menyediakan logistik dan dukungan yang memadai bagi petugas pemadam kebakaran hutan.
Tanggapan Kementerian Kehutanan
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menyatakan bahwa kementerian memandang setiap masukan sebagai bagian penting dari upaya pengendalian karhutla. Namun, Kemenhut memilih untuk tidak merespons secara khusus setiap pernyataan yang beredar, melainkan mengajak semua pihak untuk bergerak bersama secara sinergis.
Ristianto menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan elemen masyarakat untuk mencegah, menangani, dan memulihkan dampak karhutla secara efektif. Komitmen bersama dianggap lebih esensial daripada saling menyalahkan.
Konteks dan Pentingnya Penanganan Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah kronis yang berdampak luas pada lingkungan, kesehatan masyarakat, dan ekonomi lokal maupun nasional. Kalimantan Barat, sebagai salah satu wilayah terdampak, membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait untuk mengelola risiko dan dampak karhutla.
Peran Manggala Agni sebagai petugas pemadam kebakaran hutan sangat vital, sehingga dukungan logistik dan perhatian dari kementerian sangat dibutuhkan untuk menjaga efektivitas penanganan di lapangan.
Seruan Sekda Sintang ini menjadi pengingat pentingnya peran aktif dari kementerian kehutanan dalam mengawal pengelolaan hutan dan memastikan petugas di lapangan mendapatkan dukungan memadai.
Situasi ini juga mendorong masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau atau kondisi yang rawan karhutla.
Penanganan karhutla yang terpadu dan kolaboratif menjadi kunci utama untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan dampak sosial yang ditimbulkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













