Mengenal ITS Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia yang Bisa Dipakai 20 Tahun
PlatMerah.com, Jakarta – Kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi resmi tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 18 September 2026. Kapal induk bekas milik Angkatan Laut Italia ini akan beralih bendera menjadi Indonesia dan dinamai KRI Sriwijaya-100. Kedatangan kapal ini menandai langkah besar TNI Angkatan Laut dalam memperkuat kekuatan maritim nasional.
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan yang dirancang dan dibangun oleh galangan kapal Cantieri Navali di Monfalcone, Italia. Kapal ini pertama kali diluncurkan pada 1983 dan mulai beroperasi di Angkatan Laut Italia sejak 1985. Meski berusia lebih dari 40 tahun, kapal ini masih dapat digunakan selama 15 hingga 20 tahun ke depan setelah menjalani proses modernisasi dan retrofit.
Fungsi dan Rencana Modernisasi
Kapal induk ini awalnya berfungsi sebagai kapal penjelajah pembawa pesawat, dengan fokus pada pengoperasian helikopter antikapal selam dan dukungan udara untuk gugus kapal perang. Setelah perubahan hukum di Italia pada akhir 1980-an, kapal ini juga dapat mengoperasikan pesawat tempur bersayap tetap.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan bahwa Giuseppe Garibaldi akan menjalani pembenahan fisik dan mesin melalui kerja sama dengan PT PAL dan perusahaan Italia, Fincantieri. Modernisasi ini bertujuan memperpanjang usia kapal sekaligus menyesuaikan teknologi dan kemampuan kapal dengan kebutuhan operasi TNI AL, khususnya di wilayah perairan tropis Indonesia.
Peran Kapal Induk dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP)
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tidak hanya difungsikan untuk operasi militer perang, tetapi juga untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bantuan kemanusiaan, dan operasi kemanusiaan lainnya. Kapal ini dapat menjadi pangkalan bergerak bagi hingga 10 helikopter TNI untuk mendukung tugas-tugas tersebut.
Dalam pelayaran kedatangannya ke Indonesia, Giuseppe Garibaldi menempuh jarak sekitar 6.870 nautical mile selama 25 hari, melewati Terusan Suez, Laut Merah, dan Samudra Hindia, serta singgah di beberapa negara untuk pengisian bahan bakar dan logistik.
Nilai Strategis dan Tantangan
Pengadaan kapal induk ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL dan meningkatkan kapabilitas pertahanan maritim Indonesia. Namun, pengamat pertahanan mengingatkan bahwa masa pakai kapal yang sudah tua harus diimbangi dengan perawatan dan modernisasi yang tepat agar kapal dapat beroperasi secara optimal.
Kapal induk ini akan menjadi simbol kemajuan dan modernisasi kekuatan angkatan laut Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim di kawasan Asia Tenggara dan dunia.
Dengan kehadiran KRI Sriwijaya-100, TNI AL memiliki kapal induk pertama yang mampu mendukung berbagai misi strategis, baik dalam situasi perang maupun kondisi darurat kemanusiaan, sehingga memberikan nilai tambah besar bagi pertahanan dan keamanan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













