Polisi Periksa Kondisi Psikologis Pria yang Tendang Wanita di Mal Senayan City
PlatMerah.com, Jakarta – Polisi Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan psikologis terhadap RS (44), pria yang diduga menendang seorang wanita di Mal Senayan City (Sency), Jakarta Pusat. Pemeriksaan ini dilakukan guna mendalami kondisi mental pelaku dan memahami alasan di balik tindakan kekerasan yang terjadi di tempat umum tersebut.
Kasus tersebut mencuat setelah sebuah video viral memperlihatkan seorang perempuan ditendang oleh pria tak dikenal saat antre makanan di food court Mal Senayan City. Rekaman ini memicu perhatian publik dan respons cepat dari kepolisian setempat.
Motif Penendangan
Berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan saksi, pelaku merasa terganggu dengan keberadaan korban yang dianggap menghalanginya. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa RS mengaku merasa terhalang oleh korban saat kejadian berlangsung. Namun, polisi menegaskan bahwa kabar yang menyebut korban sebagai pencopet adalah tidak benar dan merupakan informasi yang menyesatkan.
Profil Pelaku
RS diketahui merupakan seorang pengangguran yang masih tinggal bersama orang tuanya. Ia bukan anggota partai politik atau afiliasi organisasi mana pun, melainkan individu swasta. Data ini diperoleh dari hasil pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya. Penangkapan RS dilakukan pada Jumat, 17 September 2026, di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Kondisi Korban dan Penanganan
Korban mengalami luka fisik berupa memar di lutut dan pinggang akibat penendangan tersebut. Selain itu, korban juga mengalami trauma psikologis. Polisi bersama pihak mal telah memberikan pendampingan trauma untuk membantu pemulihan korban. Pemeriksaan medis dan visum telah dilakukan guna memastikan kondisi korban secara menyeluruh.
Tindak Lanjut dan Proses Hukum
Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses penyidikan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pemeriksaan psikologis dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan impulsif menjadi faktor dalam kejadian ini. Polisi menegaskan bahwa seluruh proses penanganan kasus berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pengelola Mal Senayan City juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengunjung dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penanganan kasus ini, serta menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Kasus ini menjadi peringatan penting mengenai pentingnya keamanan di ruang publik dan dampak dari tindakan kekerasan impulsif yang dapat merugikan korban secara fisik dan psikologis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













