Armando Obispo Jadi Tembok Pertahanan Curacao yang Tembus di Debut Piala Dunia

Armando Obispo Jadi Tembok Pertahanan Curacao yang Tembus di Debut Piala Dunia

Plat Merah – Timnas Jerman mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao dalam laga perdana Grup E di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Senin (15/6) WIB. Pertandingan yang mempertemukan tim dengan ranking FIFA terpaut jauh ini menyajikan drama dan catatan bersejarah, termasuk gol debut Curacao yang dicetak melalui Armando Obispo.

Armando Obispo, bek tengah Curacao, menjadi sorotan setelah bloknya terhadap tembakan Jamal Musiala pada menit keenam justru memantul ke Florian Wirtz dan berujung gol cepat Felix Nmecha. Meski demikian, Obispo tampil solid sepanjang laga meski harus kebobolan tujuh gol. Pelatih Curacao, Dick Advocaat, memuji perjuangan timnya dan menekankan bahwa kekalahan ini bukanlah aib. “Kami bisa mengejutkan di laga kedua dan ketiga. Pada akhirnya, kami akan senang menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia,” ujarnya.

Curacao sempat menyamakan kedudukan melalui Livano Comenencia pada menit ke-21, namun Jerman kembali unggul lewat sundulan Nico Schlotterbeck. Kai Havertz menggandakan keunggulan dari titik penalti, sebelum Joshua Kimmich, Nathaniel Brown, Deniz Undav, dan Havertz lagi menambah pundi-pundi gol. Kemenangan ini mengantarkan Jerman ke puncak klasemen Grup E dengan tiga poin.

Manuel Neuer, kiper veteran Jerman yang berusia 40 tahun 79 hari, mencatatkan rekor sebagai pemain tertua kedua yang tampil di lima edisi Piala Dunia, menyamai legenda Meksiko Antonio Carbajal. Armando Obispo, yang bermain penuh selama 90 menit, menjadi salah satu pilar pertahanan Curacao yang berjuang keras menghadapi gempuran Jerman. Meski kebobolan tujuh gol, perjuangan Armando Obispo dan rekan-rekannya mendapat apresiasi dari para pendukung yang terus memberikan dukungan.

Advocaat mengakui bahwa timnya harus belajar dari pertandingan ini dan berharap penampilan Armando Obispo serta pemain lain dapat meningkat di laga selanjutnya melawan Ekuador dan Pantai Gading. “Kami memberikan gol-gol yang mudah, tetapi pemain tahu jika kalah, mereka tidak boleh patah semangat. Ini bukan aib,” tegasnya. Pertandingan ini menjadi pengalaman berharga bagi Curacao yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia.

Kesimpulannya, debut Curacao di Piala Dunia berakhir dengan kekalahan telak, namun semangat dan gol bersejarah yang dicetak menjadi modal berharga. Armando Obispo dan seluruh skuad Curacao diharapkan dapat bangkit dan memberikan kejutan di pertandingan berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup