Foto: Brace Deniz Undav Bawa Jerman Comeback Dramatis, Der Panzer Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Plat Merah – Foto: Brace Deniz Undav bawa Jerman tekuk Pantai Gading menjadi sorotan utama dalam laga krusial Grup E Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto. Der Panzer harus bekerja keras membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu dari Les Éléphants sebelum Deniz Undav tampil sebagai pahlawan dengan dua golnya yang memastikan kemenangan 2-1 sekaligus tiket ke fase gugur. Pertandingan yang berlangsung dramatis ini menyudahi kutukan kegagalan Jerman di dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Tim asuhan Julian Nagelsmann sebenarnya mengawali laga dengan percaya diri, menciptakan peluang emas lewat Kai Havertz pada menit ke-10. Namun, ketangguhan kiper Pantai Gading, Yahia Fofana, menggagalkan sundulan terarah tersebut. Keasyikan menyerang justru membuat lini belakang Jerman lengah. Pada menit ke-30, Franck Kessie memanfaatkan bola muntah di kotak penalti untuk membawa Pantai Gading unggul 1-0 lewat sontekan akurat yang tak mampu dijangkau Manuel Neuer. Skor bertahan hingga turun minum, memicu kecemasan di kubu Jerman.
Memasuki babak kedua, Nagelsmann melakukan perjudian taktis dengan memasukkan Deniz Undav menggantikan Jamal Musiala pada menit ke-64. Perubahan ini langsung mengubah dinamika serangan. Hanya empat menit berselang, tepatnya di menit ke-68, Undav menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan silang Nadiem Amiri dari sisi kanan. Gol tersebut menghidupkan kembali asa Der Panzer dan membuat pertahanan Pantai Gading mulai goyah.
Foto: Brace Deniz Undav bawa Jerman tekuk Pantai Gading semakin terukir di masa injury time. Pada menit ke-90+4, Undav kembali mencetak gol penentu kemenangan Jerman. Lewat kerjasama cepat di lini depan, ia dengan tenang menaklukkan Fofana untuk kedua kalinya, menciptakan skor akhir 2-1. Brace ini tidak hanya membawa tiga poin, tetapi juga memastikan Jerman lolos ke babak 32 besar dengan koleksi enam poin sempurna dari dua laga, unggul tiga angka atas Pantai Gading.
Deniz Undav kini menjadi sensasi di Piala Dunia 2026. Meski selalu memulai dari bangku cadangan, penyerang VfB Stuttgart itu telah mengoleksi tiga gol dalam dua penampilan, menyamai torehan Lionel Messi dan Jonathan David di puncak daftar pencetak gol sementara. Tak hanya itu, ia juga mencatatkan dua assist, menegaskan perannya sebagai senjata rahasia Nagelsmann. “Saya sangat senang bisa berkontribusi, tapi yang terpenting adalah kemenangan tim,” ujar Undav dengan rendah hati seusai laga.
Perjalanan karier Deniz Undav hingga menjadi pahlawan di Foto: Brace Deniz Undav bawa Jerman tekuk Pantai Gading ini sarat kisah inspiratif. Pada usia 14 tahun, ia ditolak akademi Werder Bremen karena dinilai terlalu kecil. Tak patah arang, Undav bermain di level semi-profesional sambil bekerja di pabrik sebagai operator mesin laser. Setiap hari ia bangun pukul empat pagi, bekerja delapan jam, lalu berlatih hingga malam. Upah sekitar Rp2,8 juta per minggu ia kumpulkan sambil terus bermimpi menjadi pesepak bola profesional.
Kegigihannya mulai terbayar setelah meniti karier di klub divisi bawah Jerman hingga akhirnya bersinar bersama Stuttgart. Musim 2025/26, ia mencetak 19 gol, termasuk gol-gol penting di Piala Dunia. Rekor yang ia samai pun kian mentereng: menjadi pemain Jerman pertama sejak Miroslav Klose pada 2002 yang mencetak gol dalam dua laga berturut-turut pada debutnya di Piala Dunia, serta menyamai rekor Roger Milla sebagai pemain pengganti tersubur dalam dua pertandingan awal turnamen.
Kemenangan atas Pantai Gading juga menandai akhir dari catatan kelam Die Mannschaft. Pada edisi 2018 dan 2022, mereka tersingkir di babak grup. Kini, di bawah Nagelsmann, tim tampil lebih solid dan memiliki ketajaman di lini depan berkat kehadiran Super-Sub seperti Undav. “Mentalitas tim luar biasa. Kami bangkit dari tekanan dan menunjukkan karakter juara,” puji Nagelsmann. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa target Jerman belum berhenti di fase ini.
Foto: Brace Deniz Undav bawa Jerman tekuk Pantai Gading menjadi bukti bahwa peran pemain pengganti sama krusialnya dengan starter. Dengan tiga gol dan dua assist, Undav membuka diskusi apakah ia layak menjadi pilihan utama di laga berikutnya. Namun, sang pemain tetap merendah, “Bangku cadangan juga bisa nyekor kok.” Kini, seluruh publik Jerman menantikan keajaiban selanjutnya dari mantan buruh pabrik yang menjelma menjadi mesin gol Der Panzer.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









